AUD/USD Turun Ke 0,6420 Karena RBA Menaikkan Suku Bunga Sebesar 25 bp Untuk Kedua Kalinya

  • AUD/USD telah merosot tajam mendekati 0,6420 untuk kenaikan suku bunga 25 bp kedua berturut-turut
  • Data IMP Manufaktur Caixin yang optimis juga mendukung antipodean.
  • DXY telah tergelincir ke 111,30 karena investor mengabaikan ketidakpastian menjelang kebijakan Fed.

AUD/USD telah menyaksikan penurunan tajam mendekati pasangan 0,6420 karena Reserve Bank of Australia (RBA) telah menaikkan Official Cash Rate (OCR) sebesar 25 basis poin (bp) untuk kedua kalinya. Keputusan tersebut tetap sejalan dengan proyeksi dan Official Cash Rate (OCR) telah meningkat menjadi 2,85%. Gubernur RBA Philip Lower lebih memilih pendekatan kebijakan yang tidak terlalu hawkish untuk mempertahankan prospek ekonomi sesuai dengan tujuan utama untuk membawa stabilitas harga.

Pekan ini, Biro Statistik Australia melaporkan tingkat inflasi untuk kuartal ketiga sebesar 7,3%, lebih tinggi dari konsensus 7,0% dan rilis sebelumnya sebesar 6,1%. Tanggapan beragam dari para ekonom tentang proyeksi suku bunga antara kelanjutan kenaikan suku bunga 25 bps seperti yang dilaporkan pada bulan Oktober atau kembali ke struktur kenaikan suku bunga 50 bp.

Di awal Tokyo, kenaikan AUD juga diperkuat oleh rilis data IMP Manufaktur Caixin yang optimis. Data ekonomi mendarat lebih tinggi di 49,2 vs proyeksi 49,0 dan rilis sebelumnya 48,1. Perlu dicatat bahwa Australia adalah mitra dagang utama Tiongkok dan meningkatnya aktivitas manufaktur di ekonomi naga mendukung antipodean.

Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) telah menyaksikan penurunan tajam mendekati 111,30 karena ketidakpastian menjelang kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) telah diabaikan. S&P500 berjangka telah rebound di sesi Tokyo setelah Senin yang bearish. Keranjang 500 saham telah memulihkan setengah dari penurunan hari Senin dan mengincar lebih banyak kenaikan di depan. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun telah turun menjadi 4,03%.

Sesuai proyeksi, ketua Fed Jerome Powell akan menaikkan suku bunga sebesar 75 bp untuk keempat kalinya karena tekanan inflasi belum menunjukkan bukti kelelahan.

 

Inflasi (Tahunan) Indonesia Oktober Di Bawah Perkiraan 5.99%: Aktual (5.71%)

Inflasi (Tahunan) Indonesia Oktober Di Bawah Perkiraan 5.99%: Aktual (5.71%)
Baca selengkapnya Previous

Menteri Keuangan Australia Chalmers: Inflasi Adalah Tantangan Nomor Satu Dalam Perekonomian Kita

Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers mengatakan pada hari Selasa, "inflasi adalah tantangan nomor satu dalam perekonomian kita." Komentarnya muncu
Baca selengkapnya Next