Indeks Dolar AS Kembali ke 107,00 karena Pidato The Fed Dukung Imbal Hasil yang Lebih Kuat

  • Indeks Dolar AS tetap defensif setelah pulih hari sebelumnya dari level terendah tiga bulan.
  • Para pengambil kebijakan The Fed menyoroti pembicaraan poros, kekhawatiran terhadap inflasi akan mendukung DXY.
  • Data Tiongkok dan katalis risiko penting untuk petunjuk arah yang jelas.
  • Para pembeli dapat mendukung harapan kenaikan suku bunga yang lebih kuat, keragu-raguan atas kekhawatiran terhadap inflasi menjelang statistik utama AS.

IndeksDolar AS (DXY) tetap ragu-ragu sementara berusaha keras untuk melanjutkan pembalikan arah hari sebelumnya dari level terendah sejak pertengahan Agustus, bergerak ke 106,95 selama sesi Asia hari Selasa. Dengan demikian, ukuran greenback versus enam mata uang utama menunggu petunjuk arah yang jelas di tengah jam perdagangan yang lesu sambil menunggu ekonomi utama AS.

Meskipun demikian, para pembeli DXY tetap optimis karena komentar terbaru dari para pejabat Federal Reserve AS (The Fed) memperbaharui kekhawatiran terhadap inflasi. Baru-baru ini, Wakil Ketua Lael Brainard mendukung kenaikan suku bunga sebesar 50 bp tetapi juga menyatakan, "Kami memiliki pekerjaan tambahan yang harus dilakukan." Sebelumnya pada hari Senin, Gubernur Federal Reserve Christopher Waller juga mempromosikan kenaikan suku bunga 0,50% yang ideal sementara juga memperingatkan terhadap persepsi pasar terkait poros.

Di tempat lain, tidak adanya berita utama positif dari pertemuan tatap muka pertama antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping membebani sentimen pasar. Pada baris yang sama bisa jadi adalah angka Covid yang baru-baru ini lebih kuat dari negara naga tersebut karena,  Guangzhou melaporkan 5.124 kasus baru COVID-19 lokal pada pukul 00:00 tanggal 15 November 2022. Dengan ini, jumlah angka harian menjadi dua kali lipat dari akhir pekan.

Bagaimanapun, perlu dicatat bahwa upaya Tiongkok baru-baru ini untuk mempertahankan pasar real-estate yang sedang bergulat dan pelonggaran pembatasan aktivitas terkait Covid membuat para pembeli DXY tetap optimis, karena penampilan safe-haven greenback.

Di tengah permainan ini, Kontrak Berjangka S&P 500 tetap berada di dekat 3.975-80, setelah berbalik dari level tertinggi dua bulan pada hari sebelumnya, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tidak aktif di dekat 3,86% setelah kenaikan harian pertama dalam empat hari.

Ke depan, katalis-katalis risiko akan sangat penting untuk pergerakan DXY di tengah kalender ekonomi yang sepi. Namun, data Tiongkok untuk bulan Oktober dan Indeks Harga Produsen (IHP) AS untuk bulan tersebut, yang diprakirakan sebesar 8,3% YoY versus 8,5% sebelumnya, juga harus diawasi dengan cermat agar mendapatkan petunjuk arah yang jelas menjelang Penjualan Ritel AS.

Analisis Teknis

Pemulihan DXY tetap ambigu kecuali jika melewati palung Oktober di sekitar 109,55. Bagaimanapun, pergerakan turun perlu menaklukkan support 200-DMA 105,82 agar dapat meyakinkan para penjual.

 

Penetapan Kurs Tengah USD/CNY: 7,0421 versus Penetapan Sebelumnya 7,0899 dan Penutupan Sebelumnya 7,0710

Dalam perdagangan terakhir hari ini, People's Bank of China (PBOC) menetapkan yuan (CNY) pada 7,0421 versus penetapan sebelumnya 7,0899 dan penutupan
了解更多 Previous

Penjual NZDUSD Merayap di Bawah 0,6100

Dolar Selandia Baru melemah di bawah 0,61 pada awal pekan ini, mundur dari level tertinggi dua bulan setelah para pejabat bank sentral AS memperingatk
了解更多 Next