S&P 500 Futures Didukung Imbal Hasil yang Lebih Lemah, Kekhawatiran atas Tiongkok Mereda

  • Sentimen pasar tetap sedikit positif di tengah kalender ekonomi yang sepi dan pembaruan yang beragam.
  • Para pengambil kebijakan The Fed mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi dengan mengutip masalah inflasi.
  • Sikap diplomatik AS terhadap Tiongkok meredam kekhawatiran terhadap geopolitik dan membantu membangun optimisme yang hati-hati.

Profil risiko terlihat positif selama awal hari Kamis, bahkan ketika aktivitas pasar tetap suram.

Sementara itu, penelusuran katalis utama dari para gubernur bank sentral yang hawkish dan update geopolitik yang kontradiktif, serta harapan tidak adanya perlambatan ekonomi, mendapatkan perhatian utama di tengah tidak adanya data/acara penting selama sesi Asia.

Pada hari Rabu, para pembuat kebijakan dari Bank Sentral Eropa (ECB) dan Federal Reserve (The Fed) mencoba mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi dan menunjukkan kesiapan untuk melakukan agresi lebih lanjut dengan mengutip kekhawatiran inflasi. Di antara mereka, komentar dari Gubernur The Fed Christopher Waller dan pengambil kebijakan ECB Klaas Knot mendapatkan perhatian utama. Namun, perlu dicatat bahwa para pejabat dari Bank of Canada (BoC) dan Bank of Japan (BoJ) menahan diri untuk tidak bergabung dengan para anggota yang agresif dan membuat bingung para pedagang.

Di tempat lain, para diplomat AS juga menyoroti kekhawatiran yang mempertahankan suku bunga The Fed yang lebih tinggi dan menantang para pengambil risiko. Meskipun demikian, Menteri Keuangan AS Janet Yellen menyebutkan, "Meskipun inflasi tetap tinggi, ada tanda-tanda menggembirakan bahwa ketidaksesuaian penawaran-permintaan berkurang di banyak sektor ekonomi." Di tempat lain, Presiden AS Joe Biden mengatakan dalam sebuah wawancara dengan PBS bahwa tidak akan ada resesi AS pada tahun 2023 atau 2024.

Pada halaman yang berbeda, meredanya kekhawatiran seputar ketegangan AS dan Tiongkok atas penembakan balon tampaknya telah bergabung dengan kurangnya faktor utama negatif dari tempat lain untuk mendukung sentimen yang sedikit positif.

Dengan latar belakang ini, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun berbalik dari level tertinggi satu bulan untuk menghentikan tren kenaikan tiga hari pada hari Rabu, tertekan sekitar 3,61% pada level terakhir. Hal yang sama membantu Kontrak Berjangka S&P 500 untuk mengabaikan penutupan suram indeks Wall Street dan tetap sedikit dalam tawaran beli akhir-akhir ini.

Ke depan, bias bank sentral yang hawkish, kekhawatiran inflasi dan pembicaraan pertumbuhan dapat menghibur para pelaku pasar di tengah ketiadaan data/acara penting. Yang juga penting untuk diperhatikan adalah Klaim Tunjangan Pengangguran Awal Mingguan AS.

EUR/GBP Lanjutkan Pemulihan di Atas 0,8880 Jelang Data Inflasi Jerman dan PDB Inggris

Pasangan EUR/GBP telah melanjutkan pergerakan pemulihan dari 0,8865 di atas resistance penting 0,8880 di sesi Asia. Para pembeli Euro merasakan adanya
अधिक पढ़ें Previous

Analisis Harga AUD/JPY: Pembeli Amati 91,70 Sementara di Atas 90,70

AUD/JPY menunjukkan bias bullish pada grafik harian, setidaknya untuk sementara waktu mengingat baru-baru ini menembus ke sisi belakang resistance gar
अधिक पढ़ें Next