USD/JPY Bergerak Sideways dengan Bias Bearish jika di Bawah 131,80

  • USD/JPY memiliki prospek pergerakan 131,00 sementara di bawah 131,80.
  • Di sisi lain, jika di atas 132,00, mungkin ada penguatan lebih lanjut di London dengan target 132,20/50.

USD/JPY bergerak sideways antara 131,34 dan 131,57 namun cenderung bearish dalam sebuah penembusan di bawah level tertinggi bulan Februari karena pasar menantikan katalis berikutnya bagi Dolar AS.

Greenback bangkit kembali pada pembukaan pasar AS di Wall Street dan ekuitas AS merosot. Hal ini terjadi meskipun selisih antara imbal hasil dua dan 10 tahun tetap terbalik di -82,3 bp, setelah naik ke -87,5 bps di awal sesi. Obligasi bertenor dua tahun naik 3,4 basis poin ke 4,488% setelah mencapai level tertinggi dalam 10 minggu terakhir di 4,514%.

Namun, pasar mulai menyadari bahwa pertunjukan belum berakhir karena penurunan inflasi ke target 2% The Fed dapat dengan mudah memakan waktu lebih dari satu tahun, sesuatu yang terus diperingatkan oleh para pejabat Federal Reserve dalam berbagai pidato sejak ketua The Fed Jerrome Powell menyebutkan bahwa disinflasi mulai menjadi tema dalam data ekonomi.

Angka Klaim Tunjangan Pengangguran AS yang lebih tinggi dari prakiraan tidak membuat greenback melemah untuk waktu yang lama karena prospek pasar tenaga kerja yang ketat membuat investor gelisah di sela-sela menunggu Indeks Harga Konsumen pekan depan.

Tunjangan pengangguran negara bagian naik 13.000 menjadi 196.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 4 Februari, data menunjukkan. Namun, angka ini masih jauh di bawah 250.000 setahun sebelumnya. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memprakirakan 190.000 klaim untuk pekan terakhir.

Sebelum data pekan depan, kita akan mendapatkan sejumlah angka pada hari Jumat termasuk Survei Sentimen Konsumen Universitas Michigan yang dapat menggerakkan jarum di pasar yang saat ini sangat bergantung pada data.

Sementara itu, IHK pekan depan akan dirilis dan diprkirakan akan menunjukkan inflasi umum untuk bulan Januari sebesar 0,5% MoM dan inflasi inti sebesar 0,3% MoM. "Jika angka-angka ini tercapai, hal ini akan menghasilkan pelonggaran inflasi inti dari 5.7% ke 5,4% YoY dan inflasi umum dari 6,6% ke 6,2%,'' analis di ANZ Bank menjelaskan, dengan mencatat bahwa data penjualan ritel dan manufaktur juga akan dirilis.

''Jika kita terus melihat kekuatan dalam data-data ini, maka akan sangat sulit bagi para pengambil kebijakan Federal Reserve untuk memberi sinyal selain pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.

Analisis Teknis USD/JPY

Analisis Teknis USD/JPY

DXY adalah formasi W pada grafik yang merupakan pola pembalikan yang diprakirakan akan menarik harga dalam waktu dekat. hal ini membuat prospek sementara, setidaknya, untuk USD/JPY adalah sebagai berikut:

Harga telah menembus sebuah struktur namun masih kurang yakin saat berada di bawah resistance sebelumnya untuk pekan ini, sejauh ini. Namun demikian, ada prospek pergerakan 131,00 sementara di bawah 131,80. Di sisi lain, penembusan di sana dan tindak lanjut di atas 132,00 dapat melihat keseimbangan awal untuk hari ini yang menguntungkan untuk penguatan lebih lanjut di London dengan fokus pada 132,20/50:

Analisis Harga AUD/NZD: Menemukan Permintaan di Sekitar 1,0950 Jelang Pernyataan Kebijakan RBA

Pasangan AUD/NZD telah mencoba untuk pulih setelah menguji level terendah hari Kamis di sekitar 1,0950 di sesi Asia. Pasangan ini bertujuan untuk mela
Leer más Previous

Pernyataan Kuartalan RBA yang Terdengar Hawkish terkait Kebijakan Moneter Tidak Banyak Membantu AUD

Pernyataan Kebijakan Moneter RBA yang dirilis oleh Reserve bank of Australia telah dirilis: RBA telah merevisi prakiraan inflasi inti dan pertumbuhan
Leer más Next