USD/JPY melacak imbal hasil yang suram, kekhawatiran BoJ yang hawkish mendekati 132,00, fokus pada inflasi AS

  • USD/JPY mencetak penurunan ringan sementara berbalik dari level tertinggi bulanan.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah tetap tertekan di tengah keraguan pasar menjelang rilis data IHK AS.
  • PDB Jepang yang beragam mendapatkan sedikit perhatian karena nominasi Ueda sebagai pemimpin BoJ tampak hawkish.

USD/JPY memantul dari level rendah harian namun tetap terjebak dengan penurunan ringan di dekat 132,00 di awal perdagangan Eropa hari Selasa.

Pasangan Yen awalnya menyambut baik penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS sebelum pengumuman pejabat Bank of Japan (BoJ) oleh pemerintah Jepang memicu kekhawatiran hawkish dan membebani harga. Yang juga mendukung penurunan USD/JPY adalah kemunduran Dolar AS secara luas karena para pedagang bersiap untuk kejutan positif dari Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan Januari.

Sebelumnya pada hari ini, pembacaan awal data Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang kuartal keempat (Q4) mencetak angka yang beragam. Setelah itu, pencalonan resmi Kazuo Ueda sebagai pemimpin BoJ membebani harga USD/JPY. Meskipun demikian, Bloomberg mengeluarkan sebuah analisis yang menunjukkan tantangan lebih lanjut terhadap kebijakan uang longgar Bank of Japan (BoJ) selama masa pemerintahan Kazuo Ueda. Perlu dicatat bahwa Ueda sebelumnya membela kebijakan moneter saat ini dalam pidato publik terbarunya.

Di sisi lain, Federal Reserve AS (Fed) terus mempertahankan kekhawatiran kenaikan suku bunga tetapi harga pasar untuk kenaikan suku bunga yang lebih lambat dan puncak yang lebih dekat tampaknya telah membebani imbal hasil obligasi pemerintah AS. Akibatnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun hampir dua basis poin menjadi 3,69%, setelah berbalik dari level tertinggi satu bulan pada hari sebelumnya.

Di tempat lain, kekhawatiran baru akan ketegangan AS-RRT atas penembakan balon udara juga menantang sentimen dan memberikan tekanan pada harga USD/JPY. Kongres AS akan mengambil pandangan bipartisan pada objek udara tak dikenal yang masuk ke wilayah udara AS dan Kanada, dan mengapa mereka tidak ditemukan lebih cepat," kata Pemimpin Mayoritas Senat AS Chuck Schumer. Perlu dicatat bahwa seorang Jenderal Militer AS sebelumnya mengesampingkan kemungkinan bahwa Tiongkok terlibat dalam "benda tak dikenal" yang ditembak jatuh pada akhir pekan lalu.

Dengan latar belakang ini, S&P 500 Futures mencetak penurunan ringan sedangkan Nikkei 225 Jepang naik 0,65% secara harian mendekati 27.600 pada saat berita ini ditulis.

Selanjutnya, konsensus pasar mengantisipasi kenaikan 6,2% YoY IHK AS untuk bulan Januari, namun kemungkinan kejutan positif pada awal tahun ini cukup besar, yang pada gilirannya membuat para penjual USD/JPY tetap berada dalam ketidakpastian.

Analisis Teknikal 

USD/JPY melanjutkan pullback awal hari dari puncak mingguan sebelumnya di sekitar 132,90 dan membentuk "Double tops", sebuah pola grafik bearish. Yang juga membenarkan pelemahan terbaru pasangan Yen adalah garis RSI (14) yang berbalik arah dari kondisi overbought, tidak ketinggalan sinyal MACD yang bearish.

 

Tingkat Jumlah Pemohon Klaim Inggris Januari Merosot Ke 3.9% Dari Sebelumnya 4%

Tingkat Jumlah Pemohon Klaim Inggris Januari Merosot Ke 3.9% Dari Sebelumnya 4%
Leer más Previous

EUR/GBP Meluncur Menuju 0,8800 Setelah Data Ketenagakerjaan Inggris Optimis, Menanti PDB Zona Euro

EUR/GBP berbalik dari tertinggi dalam perdagangan harian sementara turun hampir 20 pip ke 0,8830 karena laporan tenaga kerja Inggris yang optimis sela
Leer más Next