Indeks Dolar AS: DXY Pangkas Kenaikan yang Terinspirasi oleh Credit Suisse di Bawah 105,00, Yield jadi Fokus

  • Indeks Dolar AS memangkas kenaikan harian terbesar dalam seminggu, memperbarui level terendah dalam perdagangan harian akhir-akhir ini.
  • Gejolak Credit Suisse memperbaharui kekhawatiran pasar seputar krisis 2008, terutama setelah kejatuhan SVB, Signature Bank.
  • Moody's kembali mengkhawatirkan kenaikan suku bunga The Fed sebesar 0,25% meskipun ada krisis baru-baru ini, data AS dirilis beragam.

Indeks Dolar AS (DXY) memperbarui level terendah dalam perdagangan harian di dekat 104,60 karena mengkonsolidasikan kenaikan harian terbesar dalam seminggu pada awal hari Kamis. Meskipun demikian, kelambanan pasar dan kesibukan para pembuat kebijakan global untuk meredakan kekhawatiran yang berasal dari gejolak Credit Suisse nampaknya mendukung kemunduran DXY yang terbaru. Namun, pertaruhan The Fed yang hawkish dan tidak adanya perkembangan besar yang dapat menentang risiko pasar keuangan membuat Indeks Dolar AS tetap berada dalam pantauan para penjual.

Penolakan Saudi National Bank untuk menyuntikkan lebih banyak dana ke Credit Suisse mendorong Credit Default Swaps (CDS) bank utama Eropa tersebut dan memicu krisis di pasar keuangan pada hari Rabu. Di saat yang sama, muncul berita bahwa para pejabat Bank Sentral Eropa (ECB ) menghubungi bank-bank untuk menanyakan tentang eksposur ke Credit Suisse, yang pada gilirannya mengipasi suasana penghindaran risiko.

Untuk menjinakkan penghindaran risiko, Swiss National Bank melangkah maju sementara sumber-sumber anonim menyampaikan kepada Reuters bahwa bank-bank AS tidak terlalu rentan terhadap bencana Credit Suisse. Di jalur yang sama, Bank of England (BoE) juga mengadakan pembicaraan darurat. Oleh karena itu, kesibukan para pengambil kebijakan global untuk menenangkan ketakutan pasar tampaknya membebani DXY akhir-akhir ini.

Selain itu, raksasa pemeringkat global Moody's melalui Reuters menyatakan bahwa para analisnya memprakirakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan menaikkan suku bunga federal fund sebesar 25 basis poin pada pertemuan tanggal 22 Maret.

Penghindaran risiko mendorong permintaan pasar untuk obligasi pemerintah AS dan menenggelamkan imbal hasilnya, yang pada gilirannya memungkinkan indeks greenback terhadap enam mata uang utama untuk menguat meskipun data tidak mengesankan. Meskipun demikian, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun mengalami penurunan terbanyak dalam empat bulan sebelum memantul dari level terendah empat bulan ke level 3,46%. Pada baris yang sama, imbal hasil obligasi dua tahun AS memperbarui kembali level terendah enam bulan sebelum mengakhiri hari Rabu yang bergejolak di dekat 3,89%.

Perlu dicatat bahwa Penjualan Ritel AS turun ke -0,4% di bulan Februari dibandingkan ekspektasi -0,3% dan revisi naik 3,2% sebelumnya, sementara Indeks Harga Produsen (IHP) turun menjadi 4,6% YoY dari 5,7% di bulan Januari dan 5,6% dari perkiraan pasar. Lebih lanjut, Indeks Manufaktur NY Empire State turun menjadi -24,6 untuk bulan Maret dibandingkan dengan perkiraan analis -8,0 dan -5,8 sebelumnya.

Ke depan, data tingkat kedua seputar ketenagakerjaan dan aktivitas dari AS akan bergabung dengan katalis risiko untuk mengarahkan pergerakan DXY intraday. Yang juga penting untuk diperhatikan adalah tindakan Bank Sentral Eropa (ECB) yang mempertimbangkan kegagalan perbankan terbaru di blok tersebut. Di atas semua itu, pasar obligasi adalah kunci yang harus diikuti untuk mendapatkan dorongan baru.

Analisis Teknikal

Kegagalan untuk melewati 100-DMA, di sekitar 104,90 pada saat berita ini ditulis, mengarahkan Indeks Dolar AS ke upaya lain untuk menembus support 50-DMA di sekitar 103,45.

 

Tenaga Kerja Paruh Waktu Australia Februari Merosot Ke -10.3K Dari Sebelumnya 31.8K

Tenaga Kerja Paruh Waktu Australia Februari Merosot Ke -10.3K Dari Sebelumnya 31.8K
Baca lagi Previous

Breaking: AUD/USD Menguat karena Laporan Lapangan Pekerjaan Australia yang Positif

Data Ketenagakerjaan untuk Australia telah dirilis oleh Biro Statistik Australia sebagai berikut: Perubahan Ketenagakerjaan Australia Februari: 64,
Baca lagi Next