Dolar AS Kesulitan Menarik Investor saat Sentimen Tetap Optimis

  • Dolar AS tetap tertekan karena arus risiko mendominasi pasar keuangan.
  • Bias bullish pada EUR/USD tetap utuh dalam waktu dekat.
  • Data inflasi PCE dari AS dapat memicu aksi besar berikutnya dalam Dolar AS.

Dolar AS (USD) memulai pekan baru di bawah tekanan bearish karena meredanya kekhawatiran terhadap krisis keuangan global memungkinkan investor bergerak menuju aset-aset yang sensitif terhadap risiko. Setelah menutup dua minggu sebelumnya di wilayah negatif, Indeks Dolar AS terus terdorong lebih rendah dan menembus di bawah 103,00. Pembaruan ekspektasi Federal Reserve (The Fed) AS menghentikan sejenak siklus pengetatannya pada pertemuan mendatang juga menambah beban pada USD. Pada hari Jumat, Biro Analisis Ekonomi AS akan menerbitkan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditures (PCE), pengukur inflasi yang disukai The Fed. Angka inflasi PCE dapat berdampak signifikan pada kinerja USD melawan rival-rival utamanya.

Mencerna Penggerak Pasar Harian: Tidak Ada Cinta untuk Dolar AS

  • FDIC mengeluarkan pernyataan pada akhir pekan yang mengumumkan bahwa First Citizens BancShares Inc membeli semua pinjaman dan deposit SVB.
  • Saat berbicara pada hari Senin, Gubernur Federal Reserve Philip Jefferson menahan diri dari membagikan pandangannya soal apakah The Fed akan terus menaikkan suku bunga.
  • Data bulanan Conference Board menunjukkan pada hari Selasa bahwa Indeks Keyakinan Konsumen naik moderat pada bulan Maret sementara komponen ekspektasi inflasi satu tahun sedikit lebih tinggi ke 6,3%.
  • Pratinjau data inflasi PCE yang akan datang, “jika PCE Inti tetap tinggi pada bulan Februari, itu akan menjadi berita buruk bagi The Fed. Para anggota FOMC akan berada di posisi yang kompleks dalam melawan inflasi (dengan suku bunga yang lebih tinggi) sambil menghadapi krisis di perbankan,” kata Analis FXStreet Matias Salord.
  • Imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun naik di atas 3,5% pada awal minggu tetapi kesulitan melanjutkan pemulihannya.
  • Kantor Urusan Taiwan Tiongkok mengancam pembalasan atas kunjungan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen ke AS pada hari Rabu.
  • Ketua FOMC Jerome Powell dilaporkan mengatakan kepada Komite Studi Republik pada hari Rabu bahwa mereka berniat menaikkan suku bunga sekali lagi sebelum akhir tahun.
  • Indeks utama Wall Street naik tajam pada hari Rabu dipimpin oleh kenaikan kuat yang disaksikan di saham-saham teknologi.
  • Sentimen pasar tetap optimis Kamis pagi dengan indeks ekuitas utama Eropa dibuka lebih tinggi secara meyakinkan.
  • Biro Analisis Ekonomi AS akan merilis revisi final untuk pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal keempat pada hari Kamis. Departemen Tenaga Kerja AS akan menerbitkan laporan Klaim Pengangguran Awal mingguan.

Analisis Teknis: Dolar AS Dapat Mengalami Kesulitan Mengungguli Euro

Bias bullish EUR/USD tetap utuh dalam waktu dekat dengan indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik harian bertahan di dekat 60. Pembacaan teknis ini juga mengindikasikan bahwa pasangan mata uang ini memiliki lebih banyak ruang ke sisi atas sebelum menjadi overbought. Selain itu, pasangan mata uang ini terus diperdagangkan di atas Simple Moving Average 20-hari dan 50-hari setelah mengujinya menjelang akhir minggu sebelumnya.

EUR/USD menghadapi resistance pertama di 1,0900 (level psikologis, level statis). Jika pasangan mata uang ini berhasil naik di atas level tersebut dan mulai menggunakannya sebagai support, pasangan mata uang ini dapat menargetkan 1,1000 (titik akhir dari tren naik terbaru) dan 1,1035 (tertinggi multi-bulan yang diraih pada awal Februari).

Untuk sisi bawah, 1,0800 (level psikologis) sebagai support interim di depan 1,0730 (SMA 50-hari, SMA 20-hari) dan 1,0650/60, di mana SMA 100-hari dan retracement Fibonacci 23,6% dari tren naik terbaru berada. Penutupan harian di bawahnya dapat dilihat sebagai perkembangan bearish yang signifikan dan membuka kemungkinan penurunan lebih lanjut menuju 1,0500 (level psikologis) dan 1,0460 (retracement Fibonacci 38,2%).

Bagaimana Kebijakan The Fed Memengaruhi Dolar AS?

Federal Reserve AS (The Fed) memiliki dua mandat: lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga. The Fed menggunakan suku bunga sebagai alat utama untuk mencapai tujuannya tetapi harus menemukan keseimbangan yang tepat. Jika The Fed mengkhawatirkan inflasi, ia memperketat kebijakannya dengan menaikkan suku bunga untuk meningkatkan biaya pinjaman dan mendorong tabungan. Dalam skenario itu, Dolar AS (USD) kemungkinan besar akan memperkuat nilainya karena berkurangnya jumlah uang beredar. Di sisi lain, The Fed dapat memutuskan untuk melonggarkan kebijakannya melalui penurunan suku bunga jika khawatir terhadap meningkatnya tingkat pengangguran akibat perlambatan aktivitas ekonomi. Suku bunga yang lebih rendah cenderung mengarah ke pertumbuhan investasi dan memungkinkan perusahaan-perusahaan mempekerjakan lebih banyak orang. Dalam skenario ini, USD diprakirakan akan kehilangan nilainya.

The Fed juga menggunakan pengetatan kuantitatif/quantitative tightening (QT) atau pelonggaran kuantitatif/quantitative easing (QE) untuk menyesuaikan besaran neraca dan mengarahkan ekonomi ke arah yang diinginkan. QE mengacu pada pembelian aset The Fed, seperti obligasi pemerintah, di pasar terbuka untuk memacu pertumbuhan dan QT justru sebaliknya. QE secara luas dilihat sebagai kebijakan bank sentral yang negatif untuk USD dan sebaliknya.

GBP/USD: Di Jalur untuk Uji Kembali dan Akhirnya Menembus di Atas Tertinggi 1,2447/49 – Credit Suisse

GBP/USD terus mendorong lebih tinggi. Para ekonom di Credit Suisse memprakirakan pasangan mata uang ini akan menembus di atas 1,2447/49 tertinggi Dese
আরও পড়ুন Previous

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Bisa Meraih Target Akhir Maret 2024 di $2.100 Lebih Awal dari Prakiraan – UBS

Emas tampaknya akan mendapatkan keuntungan dari daya tarik safe-haven di pasar yang lebih tidak pasti, menurut para ekonom di UBS. Butuh Waktu untuk
আরও পড়ুন Next