Imbal Hasil Australia Anjlok karena Status Quo RBA, Pidato Gubernur Philip Lowe Menjadi Fokus
- Imbal hasil obligasi pemerintah acuan Australia turun setelah RBA menghentikan sementara 10 kali kenaikan suku bunga.
- Pernyataan RBA menyoroti perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut, menunjukkan komentar hawkish dari Lowe.
- Kekhawatiran seputar Tiongkok dan Rusia menantang para pembeli obligasi, namun surutnya spekulasi hawkish the Fed membebani imbal hasil Australia.
Pasar obligasi Australia menyambut baik tidak adanya tindakan Reserve Bank of Australia (RBA) pada hari Selasa. Dengan demikian, imbal hasil obligasi pemerintah anjlok karena para pedagang bergegas mencari keamanan risiko.
Perlu dicatat bahwa imbal hasil obligasi pemerintah Australia 10 tahun turun dari 3,29% menjadi 3,25% pada jam-jam awal pengumuman RBA. Dengan demikian, imbal hasil obligasi pemerintah Australia gagal mengikuti rekan-rekan mereka di AS karena imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun dan dua tahun tetap tidak bergerak di sekitar 3,42% dan 3,98%.
Meskipun demikian, RBA mempertahankan suku bunga acuan mendekati 6,0% setelah menaikkan suku bunga RBA dalam 10 pertemuan terakhir berturut-turut. Menyusul pengumuman suku bunga tersebut, Pernyataan Suku Bunga RBA mengatakan, "Dewan mengharapkan bahwa pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut mungkin diperlukan."
Baca juga: Breaking: RBA Mempertahankan Suku Bunga di Level 3,60% di Bulan April, Seperti yang Diharapkan
Terlepas dari langkah yang terkait dengan RBA, sentimen pasar yang suram juga membebani imbal hasil Australia. Di antara katalis utama, ketegangan AS-RRT merupakan katalis utama karena Beijing terus menegaskan ketidaksukaannya pada hubungan AS-Taiwan tetapi Washington tampaknya mengabaikannya. Hal yang sama juga dapat dilihat dari komentar Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov yang meningkatkan kekhawatiran akan meningkatnya perselisihan Moskow-Brussels dengan mengatakan, "Uni Eropa (UE) telah "kehilangan" Rusia."
Selanjutnya, komentar Gubernur RBA Philip Lowe, yang dijadwalkan pada hari Rabu dini hari akan sangat penting bagi para pedagang obligasi Australia.
Baca juga: S&P 500 Futures Berada Di Tertinggi Enam Minggu di Tengah Kekhawatiran Beragam Mengenai Inflasi dan The Fed