Menteri Ekonomi Jepang Goto: Regulator dan Lembaga Keuangan AS Perlu Merespons Risiko Likuiditas
Masalah-masalah sektor perbankan di Amerika Serikat dan Eropa disebabkan oleh risiko likuiditas dan suku bunga, tetapi tidak akan berdampak pada ekonomi dan sistem keuangan Jepang untuk saat ini," ujar Menteri Perekonomian Jepang Shigeyuki Goto dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada hari Selasa pagi.
Ketika ditanya apakah kekhawatiran perbankan AS dapat menyebabkan penundaan dalam upaya Bank of Japan untuk menormalkan kebijakan pelonggarannya di masa mendatang, Goto mengatakan bahwa ia mengharapkan bank sentral untuk mengarahkan kebijakan secara fleksibel dan tepat, tanpa menjelaskan lebih lanjut, lapor Reuters.
Komentar-komentar Kunci
Apa yang terjadi di Barat melibatkan risiko likuiditas dan suku bunga.
Lembaga-lembaga keuangan dan otoritas perlu merespon dengan tegas terhadap risiko likuiditas.
Saya tidak melihat sektor keuangan AS menghadapi masalah besar.
Faktor-faktor risiko perlu diperhatikan seperti revisi ke bawah terhadap perkiraan ekonomi dunia dan fluktuasi pasar keuangan karena negara-negara Barat terus mengetatkan kebijakan moneter.
BoJ sebagai bank sentral harus menangani operasi kebijakan moneter, tetapi saya tidak melihat situasi keuangan saat ini berdampak pada ekonomi dan sektor keuangan Jepang secara keseluruhan.
Saya mengharapkan BoJ untuk memandu kebijakan moneter secara fleksibel, yang berarti bahwa bank sentral harus melakukannya dengan tepat dengan mempertimbangkan ekonomi dan pasar keuangan.
Akan sulit untuk memanfaatkan pendapatan pajak penjualan sebagai sumber pendanaan untuk membayar pengeluaran tambahan untuk perawatan anak mengingat kondisi ekonomi Jepang yang rapuh.
Sebagai langkah pertama untuk mengendalikan utang yang membengkak, pemerintah akan tetap berpegang pada tujuannya untuk menyeimbangkan anggaran primer negara di luar penjualan obligasi baru dan biaya pembayaran utang pada akhir tahun fiskal di bulan Maret 2026, sebuah target yang ia gambarkan sebagai "tidak mudah".