EUR/JPY Tembus di Atas 149,50 karena ECB akan Naikkan Suku Bunga meski Inflasi Zona Euro Melemah
- EUR/JPY telah bergerak di atas 149,50 setelah performa sideways yang dipicu oleh spekulasi atas sikap hawkish ECB.
- ECB Lagarde dipeakirakan akan menaikkan suku bunga meskipun inflasi Zona Euro mengalami perlambatan yang signifikan.
- BoJ diprakirakan akan mengubah YCC untuk menjaga inflasi tetap di atas 2%.
Pasangan EUR/JPY telah naik di atas resistance terdekat di 149,50 di sesi Asia. Pasangan mata uang ini tetap sideways namun terlihat akan melanutkan kenaikannya karena taruhan atas sikap hawkish Bank Sentral Eropa (ECB) masih kuat meskipun inflasi zona euro melemah di bulan Mei.
Setelah perlambatan inflasi di Jerman, Perancis, dan Spanyol, inflasi Zona Euro meneruskan tren ini dan melaporkan angka Indeks Harga Konsumen (HICP) yang lebih rendah dari yang diantisipasi karena individu-individu mengurangi kemewahan karena biaya hidup yang lebih tinggi. HICP bulanan tetap datar dibandingkan dengan ekspansi sebelumnya sebesar 0,6% sementara HICP tahunan melambat ke 6,1% dari estimasi 6,3% dan rilis sebelumnya sebesar 7,0%.
Selain itu, inflasi inti bulanan meningkat 0,2% dengan laju yang sangat lambat dibandingkan estimasi 0,8%. HICP inti tahunan melemah ke 5,3% dari perkiraan 5,5%. Para pengambil kebijakan ECB masih khawatir dengan persistensi inflasi inti.
Perlambatan tekanan inflasi Zona Euro dan situasi resesi di Jerman membuat investor khawatir bahwa ECB dapat mempertimbangkan jeda pada pertemuan kebijakan moneter bulan Juni. Namun, Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan dalam sebuah pidato pada hari Kamis, "Kami perlu melanjutkan siklus kenaikan suku bunga sampai kami cukup yakin bahwa inflasi berada di jalur yang tepat untuk kembali ke target kami pada waktu yang tepat."
Di sisi Yen Jepang, pergerakan volatil diprakirakan akan terjadi karena Bank of Japan (BoJ) diprakirakan akan mengubah Yield Curve Control (YCC) agar dapat menjaga inflasi tetap di atas 2%. Selain itu, Gubernur BoJ Kazu Ueda menyebutkan bahwa operasi pembelian obligasi akan terus berlanjut.