Pasar Saham Asia: Nikkei, Shanghai Mengabaikan Kekhawatiran BoJ di Tengah Data RRT yang Optimis

  • Saham Asia tetap menguat setelah penutupan beragam di Wall Street seiring dengan kebijakan bank sentral yang semakin dekat.
  • Pembicaraan mengenai perubahan kebijakan BoJ gagal membebani Nikkei, saham-saham di RRT menyambut baik penurunan kerugian industri.
  • Kenaikan suku bunga The Fed dan kesiapan untuk langkah September tidak dapat menepis kekhawatiran yang menunjukkan kedekatan dengan suku bunga puncak.
  • Keputusan kebijakan moneter ECB, BoJ, dan PDB kuartal kedua AS ditunggu untuk mendapatkan arah yang jelas.

Sentimen pasar di kawasan Asia Pasifik tetap lebih kuat, meskipun indeks-indeks acuan Wall Street ditutup bervariasi, di tengah-tengah kekhawatiran yang mendukung berakhirnya kenaikan suku bunga di bank-bank sentral utama. Yang menambah kekuatan pada optimisme ini adalah laba industri RRT yang optimis.

Sementara menggambarkan sentimen, indeks MSCI untuk saham-saham Asia Pasifik di luar Jepang melonjak ke level tertinggi lima bulan sementara Nikkei 225 Jepang naik 0,80% secara harian mendekati 32.890 pada waktu pers Kamis pagi di Eropa. Perlu dicatat bahwa Indeks Dolar AS (DXY) tak terpengaruh oleh kenaikan suku bunga 0,25% The Fed dan kesiapan untuk menaikkan suku bunga di bulan September jika diperlukan sementara jatuh untuk 3 hari berturut-turut sedangkan S&P500 Futures membalik pullback hari sebelumnya dari level tertinggi 16 bulan.

Di tempat lain, ASX 200 Australia juga naik 0,80% di tengah petunjuk inflasi yang beragam sedangkan NZX50 Selandia Baru naik 0,70% dalam satu hari pada saat berita ini ditulis. Lebih lanjut, saham-saham di RRT dan Hong Kong optimis karena Laba Industri RRT untuk periode Januari-Juni membaik menjadi -16,8% dibandingkan dengan -18,8% yang tercatat untuk lima bulan pertama tahun 2023, berdasarkan data Biro Statistik Nasional (NBS) RRT.

Lebih lanjut, KOSPI Korea Selatan menyambut baik dorongan Bank of Korea untuk likuiditas sementara IHSG Indonesia melawan tren di tengah kekhawatiran geopolitik. Selanjutnya, GIFT Nifty dan BSE Sensex India juga melacak optimisme utama. Selain itu, hasil kuartalan terbaru dari perusahaan induk Facebook, Meta, dan induk Google, Alphabet, cukup menjanjikan bagi para trader ekuitas.

Perlu dicatat bahwa harga Emas dan Minyak Mentah juga tetap lebih kuat selama pasar yang secara keseluruhan optimis.

Selanjutnya, hasil rilis yang suram dari data statistik Zona Euro dan Jerman baru-baru ini menyoroti pertemuan ECB hari ini yang mendorongnya untuk segera mengakhiri pengetatan kebijakan moneter meskipun bank sentral blok tersebut diharapkan akan mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 0,25% pada hari Kamis.

Ekspektasi yang lebih rendah dari PDB AS Q2 dan Pesanan Barang Tahan Lama yang dijadwalkan untuk bulan Juni membuat para pelaku pasar tetap memiliki harapan.

Baca juga: S&P500 Futures tetap Menguat di Sekitar 4.600 karena Pasar Memprakirakan Kenaikan Suku Bunga Lebih Cepat

Analisis Harga USD/INR: Tampak Rentan di Dekat 82,00, Terobosan Garis Tren Naik Sedang Berlangsung

Pasangan USD/INR berjuang untuk memanfaatkan kenaikan pemulihan yang tercatat selama dua hari terakhir, dari area 81,65, atau level terendah sejak awa
আরও পড়ুন Previous

GBP/JPY Pulih dengan Kuat dari 181,00 karena Perbedaan Kebijakan BoE-BoJ akan Semakin Melebar

Pasangan GBP/JPY menemukan kekuatan di sekitar 180,80 dan pulih dengan tajam di sesi Asia. Pasangan ini menarik penawaran signifikan karena perbedaan
আরও পড়ুন Next