Penjualan Ritel dan Produksi Industri Bulan Juli di Tiongkok Turun di Bawah Prakiraan Pasar dan Sebelumnya

Menurut data terbaru yang diterbitkan oleh Biro Statistik Nasional (NBS) pada hari Selasa, Penjualan Ritel bulan Juli di Tiongkok naik 2,5% YoY versus 4,8% yang diprakirakan dan 3,1% sebelumnya, sementara Produksi Industri negara tersebut berada di 3,7% YoY versus 4,5% yang diprakirakan dan 4,4% sebelumnya.

Sementara itu, Investasi Aset Tetap meningkat 3,4% YoY Tahun Berjalan di bulan Juli dibandingkan ekspektasi pasar yang mencetak angka 3,8%.

Tentang Penjualan Ritel dan Produksi Industri Tiongkok 

Biro Statistik Nasional Tiongkok (NBS) merilis angka Penjualan Ritel dan Produksi Industri selama sebulan setelah hampir dua minggu sejak rilisnya.

Penjualan Ritel mengukur total penerimaan dari barang-barang konsumen yang dijual secara eceran. Ini mencerminkan total barang konsumen yang dipasok oleh berbagai industri ke rumah tangga dan kelompok sosial melalui berbagai saluran. Selanjutnya, Produksi Industri menunjukkan volume produksi Industri Tiongkok seperti pabrik dan fasilitas manufaktur. Lonjakan output dianggap sebagai inflasi yang akan mendorong People's Bank of China untuk memperketat kebijakan moneter dan risiko kebijakan fiskal.

Secara umum, angka yang tinggi pada pertumbuhan produksi industri dan Penjualan Ritel dapat menghasilkan sentimen positif (atau bullish) bagi CNY (Yuan Tiongkok), sedangkan angka yang rendah dipandang negatif (atau bearish) bagi CNY.

Penjualan Ritel (Thn/Thn) Cina Juli Keluar Sebesar 2.5%, Di Bawah Harapan (4.8%)

Penjualan Ritel (Thn/Thn) Cina Juli Keluar Sebesar 2.5%, Di Bawah Harapan (4.8%)
Read more Previous

Analisis Harga EUR/USD: Penjual Euro tetap Bertahan di Bawah 1,0980 meski Ada Kenaikan Korektif

EUR/USD tetap berada di dekat 1,0910 karena berusaha keras untuk mempertahankan kenaikan korektif hari sebelumnya dari level terendah bulanan di tenga
Read more Next