Pound Sterling Mencari Panduan Baru Terkait Suku Bunga
- Pound Sterling diperdagangkan bolak-balik menjelang komentar Pill dari BoE.
- Tingginya pertumbuhan upah dan inflasi jasa membuat inflasi Inggris tetap stabil.
- Data inflasi PCE inti akan memandu aksi lebih lanjut Dolar AS.
Pound Sterling (GBP) terjebak dalam kisaran ketat di sesi Eropa hari ini karena para investor memerlukan lebih banyak wawasan terkait suku bunga Bank of England (BoE) untuk mengambil tindakan baru. GBP/USD kesulitan menentukan arah karena ketidakpastian mengenai penentuan waktu penurunan suku bunga BoE dan Federal Reserve (The Fed) terus berlanjut.
Para pengambil kebijakan di BoE dan The Fed enggan memberikan rincian mengenai penentuan waktu penurunan suku bunga karena mereka memerlukan lebih banyak bukti untuk memastikan bahwa inflasi akan turun ke target 2%. Pertumbuhan upah dan inflasi jasa di Inggris condong ke atas, dan masih tidak konsisten dengan tingkat yang diperlukan untuk mencapai stabilitas harga.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS terhadap enam mata uang saingannya, berosilasi dalam kisaran di sekitar 104,00 di tengah pekan yang penuh data. Para investor akan dengan cermat mengamati data indeks harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditure (PCE) inti untuk bulan Januari, yang akan memberikan pandangan yang signifikan soal suku bunga.
Intisari Penggerak Pasar Harian: Pound Sterling Bergerak di Tengah Sentimen yang Tenang di Pasar
- Pound Sterling konsolidasi dalam kisaran ketat di sekitar 1,2660 saat para investor menunggu panduan baru seputar suku bunga Bank of England.
- Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga lebih awal berkurang karena pertumbuhan upah yang lebih tinggi.
- Dalam kesaksiannya di hadapan Komite Keuangan Parlemen Inggris, Deputi Gubernur BoE Ben Broadbent mengatakan momentum pertumbuhan upah adalah dua kali lipat yang diperlukan untuk menurunkan inflasi ke target 2%.
- Para investor menunggu komentar dari Kepala Ekonom BoE Huw Pill untuk panduan suku bunga baru, yang dijadwalkan pada pukul 11:00 GMT (18:00 WIB).
- Pill diprakirakan akan menegaskan kembali perlunya mempertahankan suku bunga tidak berubah di 5,25% sampai mereka yakin inflasi akan kembali ke tingkat yang diinginkan secara berkelanjutan.
- Para investor akan sangat fokus pada komentar soal penentuan waktu yang konkret untuk penurunan suku bunga.
- Sementara itu, membaiknya optimisme bisnis dan prospek ekonomi melegakan para pengambil kebijakan BoE.
- Hal ini akan memungkinkan BoE untuk menghindari “hard landing” dalam upaya melawan inflasi yang membandel. Hard landing mengindikasikan kontraksi tajam aktivitas perekonomian sekaligus mencapai stabilitas harga.
- Ketika para ekonom mengantisipasi peningkatan aktivitas ekonomi, perusahaan data rekrutmen Adzuna menunjukkan bahwa lowongan kerja oleh perusahaan-perusahaan Inggris terpukul secara signifikan pada bulan Januari.
- Badan tersebut melaporkan bahwa iklan lowongan kerja turun 15% tahunan di 867.000.
- “Januari 2024 telah terbukti menjadi salah satu awal tahun tersulit bagi para pencari kerja dalam beberapa tahun terakhir karena perusahaan-perusahaan terus menunda rencana perekrutan,” kata salah satu pendiri Adzuna, Andrew Hunter.
- Kondisi pasar tenaga kerja yang menurun akan menghambat pertumbuhan upah yang kuat dan pada akhirnya akan memberikan kelegaan bagi para pembuat kebijakan BoE.
- Sementara itu, Dolar AS masih lemah meskipun para investor yakin Federal Reserve (The Fed) tidak akan menurunkan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter bulan Maret-Mei.
- Pekan lalu, Presiden Federal Reserve New York John Williams mengatakan penurunan suku bunga akan dilakukan pada akhir tahun ini. Ketika ditanya tentang data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Januari, Williams berkata, "Pandangan saya secara keseluruhan terhadap perekonomian pada dasarnya tidak berubah berdasarkan data satu bulan."
Analisis Teknis: Kontraksi Volatilitas yang Tajam Menandakan Penembusan akan Terjadi
Pound Sterling diperdagangkan dalam kisaran perdagangan Jumat saat pada investor membutuhkan petunjuk baru mengenai prospek suku bunga. Prospek yang lebih luas juga sideways karena pasangan mata uang ini berosilasi dalam pola Descending Triangle yang terbentuk pada grafik harian. Pola grafik di atas menunjukkan kontraksi volatilitas yang tajam, membawa bias yang sedikit negatif karena pembentukan lower highs.
Support horizontal diplot dari terendah 13 Desember di dekat 1,2500, sedangkan batas pola Descending Triangle yang miring ke bawah berasal dari tertinggi 28 Desember di 1,2827. Pasangan mata uang ini bertahan di atas Exponential Moving Averages (EMA) 20 dan 50-hari, yang berada di sekitar 1,2630. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) 14-periode berada di wilayah 40,00-60,00, mengindikasikan keragu-raguan di antara para pelaku pasar.