IHSG Ditutup Menguat di 7.328,38, Cermati Data Makro AS, dan Data Inflasi Indonesia
- Indeks Harga Saham (IHSG) melesat, ditutup di 7.328,38 pada perdagangan hari ini.
- Para inverstor akan menunggu data makro dari AS dan mencermati data Inflasi Indonesia.
- Harga IHSG berpeluang untuk mencapai level di sekitar 7.370.
Indeks Harga Saham (IHSG) hari ini ditutup lebih kuat di 7.328,38 dari penutupan kemarin di 7.285,31, melesat 43,32 poin atau 0,59%, melanjutkan penguatannya dari dua hari lalu, setelah menyentuh terendah 26 Februari di 7.252,28.
Penguatan IHSG hari ini terutama didukung oleh saham PT. Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang bergerak di bidang energi baru terbarukan (EBT), mencatatkan kenaikan indeks poin 17,44 poin, tertinggi di antara deretan saham Top Leader lainnya. Saham GoTo menjadi yang paling membebani, mencatatkan indeks poin sebesar -10,51 poin.
Para investor akan menunggu data Produk Domestik Bruto (PDB) Disetahunkan AS Kuartal 4 hari ini, yang diprakirakan akan tetap berada di 3,3%, dan besok mereka akan memantau Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE). Pasar sekarang tampaknya meyakini bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mulai menurunkan suku bunganya paling cepat setelah pertemuan kebijakan di bulan Juni. Menurut CME FedWatch Tool, data terbarunya menunjukkan bahwa pasar memprakirakan peluang 62,9% untuk pemangkasan suku bunga The Fed di bulan Juni.
Data Inflasi Indonesia bulan Februari juga akan diamati dengan cermat, YoY diprakirakan sedikit lebih tinggi di 2,6% dari 2,57% pada bulan Januari, estimasi untuk angka MoM di 0,23% terhadap 0,04% pada bulan sebelumnya. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, memprakirakan bahwa inflasi pada bulan Februari akan didorong oleh inflasi pada komponen inti dan harga makanan yang bergejolak, salah satunya adalah kenaikan harga beras MoM yang mencapai 3,8%. Pasar memprakirakan Inflasi inti YoY akan berada di 1,71%, naik dari angka sebelumnya di 1,68%. Sementara target Bank Indonesia (BI) untuk inflasi Indonesia tahun 2024 di kisaran 2,5±1%.
Harga IHSG Kembali Masuk dalam Pola Segitiga Simetris
Harga IHSG melonjak sebesar 43,32 poin, yang mendorongnya kembali masuk dalam wilayah pola Segitiga Simetris. Kemarin harga saham gabungan ini ditutup naik di 7.285,31 tepat di batas bawah pola segitiga yang disebutkan. Ada gap yang belum terisi di antara candlestick kemarin dan hari ini sekitar 5,59 poin, karenanya harga berisiko untuk turun dan mengisi gap tersebut. Secara keseluruhan menurut indikator Simple Moving Average (SMA), tren masih tampak bullish, sehingga berikutnya harga berpeluang untuk mencapai level di sekitar 7.370.
Namun, di sisi sebaliknya, bila harga terkoreksi untuk mengisi gap tersebut, harga bisa menguji level terdekat di sekitar 7.265, kemudian dalam jangka menengah harga berisko menguji level di sekitar 7.195.

Grafik Harian Indeks Harga Saham (IHSG)