EUR/JPY Melayang Dekat Tertinggi Multi-Tahun 171,50, Ketakutan Terhadap Intervensi Jepang semakin Intensif
- EUR/JPY diperdagangkan dekat tertinggi multi-tahun di atas 171,00.
- Kekhawatiran terhadap intervensi Jepang untuk meredam Yen Jepang semakin intensif.
- ECB diprakirakan akan melakukan penurunan suku bunga lebih cepat.
EUR/JPY diperdagangkan dekat tertinggi multi-tahun di sekitar 171,50 di sesi Amerika hari Rabu. Pasangan mata uang ini diprakirakan akan menghadapi tekanan jual karena Yen Jepang bisa menguat secara signifikan karena intervensi Jepang terhadap pergerakan volatilitas FX yang berlebihan.
Kekhawatiran terhadap intervensi Jepang untuk memberikan bantalan terhadap pelemahan Yen semakin dalam karena mata uang telah merosot ke 160,39 level-level terendah sejak tahun 1986 terhadap Dolar AS (USD).
Yen Jepang masih berada di bawah tekanan meskipun ada spekulasi yang berkembang bahwa Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunga lagi lebih cepat. Ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan lebih lanjut telah membaik karena melemahnya Yen mengakibatkan inflasi yang lebih tinggi sehingga menjadikan ekspor kompetitif di pasar global dan meningkatkan biaya impor. Risalah pertemuan terakhir BoJ menunjukkan bahwa salah satu anggotanya menganjurkan kenaikan suku bunga "tanpa terlalu banyak penundaan" untuk membantu menurunkan inflasi, Reuters melaporkan.
Sementara itu, Euro juga berada di bawah tekanan karena meningkatnya ekspektasi bahwa European Central Bank (ECB) akan melakukan penurunan suku bunga berikutnya. Kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut oleh ECB dipicu oleh memburuknya prospek perekonomian negara dengan ekonomi terbesar di Zona Euro.
Data IFO Jerman yang menunjukkan sentimen pasar terhadap posisi perekonomian saat ini dan prospek ke depan mengindikasikan gambaran yang suram. Sentimen Bisnis IFO, yang merupakan indikator awal kondisi saat ini dan ekspektasi bisnis di Jerman, secara mengejutkan turun ke 88,6 pada bulan Juni.