BBCA Turun Lebih dari 1% di Sekitar 10.300 setelah Bank Indonesia Pertahankan BI Rate di 6,25%, sesuai Prakiraan

  • BBCA merah untuk hari kedua berturut-turut, tapi dalam gambaran yang lebih besar, saham ini masih dalam tren naik.
  • BI mempertahankan BI-Rate di 6,25% seperti prakiraan.
  • Bank-bank besar di Indonesia menunjukkan kinerja beragam terhadap keputusan BI.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) diperdagangkan di 10.300, turun 1,20% hari ini. BBCA dibuka di 10.350 dan naik ke tertinggi hari di 10.400 dalam satu jam pertama perdagangan. Setelah itu, saham ini turun ke terendah hari di 10.300, yang juga terendah 20 Agustus 2024. Namun demikian, saham ini masih hijau dalam basis bulanan.

Kinerja saham di atas menyusul Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang berlangsung selama 20-21 Agustus yang memutuskan mempertahankan BI-Rate di 6,25%, Suku Bunga Deposit Facility di 5,50%, dan Suku Bunga Lending Facility di 7,00%. Dalam siaran persnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, "Bauran kebijakan Bank Indonesia secara konsisten terus mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan masih akan cenderung menguat sejalan dengan menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi, dan tetap solidnya pertumbuhan ekonomi Indonesia."

Bank-bank besar besar Indonesia menunjukkan kinerja beragam setelah keputusan BI yang sesuai prakiraan. BBNI di 5.325 (-2,29%), BBRI di 5.100 (0%), BMRI di 7.050 (-2,76%), dan BBTN di 1.335 (1,11%). Sebagai informasi tambahan, Rapat Dewan Gubernur BI berikutnya akan berlangsung pada 17-18 September 2024.

Yang juga perlu disebutkan adalah Risalah Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dirilis Rabu pukul 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB). Dalam risalah tersebut para pejabat The Fed cenderung mendukung penurunan suku bunga di bulan September. Selain itu, pasar juga menantikan pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell di Simposium Jackson Hole pada hari Jumat untuk mencari petunjuk terkait keputusan bank sentral AS ke depan.

Dalam gambaran yang lebih besar, BBCA dalam tren naik jangka menengah yang dimulai sejak saham ini merosot ke 8.775 pada 30 Mei 2024. Namun demikian, jika saham ini melanjutkan penurunan, saham ini bisa ditopang oleh 10.000 (level psikologis), 9.800 (terendah 17 dan 18 Juli 2024), dan 9.450 (terendah 25 dan 26 Juni 2024). Sedangkan untuk sisi atas, saham ini tidak memiliki banyak resistance yang menghalangi selain 10.450 (tertinggi 20 Agustus 2024) dan 10.500 (tertinggi 21 Agustus 2024).

Grafik Harian BBCA

Keyakinan Konsumen Turki Agustus: 76.4 versus 75.9

Keyakinan Konsumen Turki Agustus: 76.4 versus 75.9
Baca lagi Previous

Forex Hari Ini: Dolar AS Berjuang untuk Menemukan Support karena Fokus Bergeser ke Data IMP

Berikut ini adalah apa yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 22 Agustus:
Baca lagi Next