USD/IDR Hadapi Pertarungan di Sekitar Level 15.470 setelah Rilis Penjualan Ritel Indonesia
- Para pembeli Rupiah Indonesia masih berusaha mempertahankan dominasinya di bawah 15.470.
- Penjualan ritel tahunan (YoY) Indonesia untuk bulan Juli meningkat ke 4,5%.
- Dolar AS mendapatkan dukungan karena ketidakpastian ukuran pemangkasan suku bunga The Fed.
Para pembeli dan penjual Rupiah Indonesia (IDR) tampak tengah bertarung di sekitar level 15.470. Pembeli mata uang Garuda ini berupaya menyeret pasangan USD/IDR lebih rendah yang saat ini sedang bergerak di 15.455 menuju 15.410-15.400.
Bank Indonesia (BI) baru saja merilis laporan penjualan ritel untuk bulan Juli. Dalam laporan tersebut, penjualan ritel secara tahunan (year-on-year) meningkat sebesar 4,5%, naik signifikan dari 2,7% pada bulan sebelumnya. Data ini menunjukkan peningkatan selama tiga bulan berturut-turut, mencerminkan pemulihan yang stabil di sektor ritel.
Namun, secara bulanan (month-on-month), data penjualan ritel mengalami kontraksi sebesar 7,2%. Penurunan ini dipengaruhi oleh adanya normalisasi aktivitas ekonomi pasca perayaan Idul Adha, yang sebelumnya memberikan dorongan sementara pada konsumsi ritel.
Beberapa kelompok barang yang terus tumbuh dan menahan penurunan lebih dalam termasuk Subkelompok Sandang dan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Sementara itu, Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi juga menunjukkan pertumbuhan meskipun pada laju yang lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, Dolar AS melanjutkan penguatannya karena mendapatkan dukungan setelah laporan pasar tenaga kerja AS yang dirilis baru-baru ini meningkatkan ketidakpastian atas kemungkinan penurunan suku bunga yang agresif oleh Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan tanggal 17-18 September. Menurut Alat CME FedWatch pagi ini, pemangkasan sebesar 25 basis poin memiliki peluang 71,0% dan 50 bp berpeluang 29%.
Pada hari Jumat lalu seperti yang dikutip dari CNBC, Presiden Federal Reserve (The Fed) Bank of Chicago Austan Goolsbee mengungkapkan bahwa para pejabat The Fed semakin menyelaraskan diri dengan sentimen pasar yang lebih luas terkait penyesuaian suku bunga.
Indeks Dolar AS (DXY) terus naik ke 101,65 pada perdagangan sesi Asia dari penutupan kemarin di 101,60. Bila penguatan ini berlanjut, DXY berpotensi menguji resistance sebelumnya di 101,90. Level support kuat yang telah diuji sebanyak empat kali bertengger di 100,62, seperti yang disebutkan oleh Filip Lagaart, Penyunting di FXStreet dalam laporannya.
Malam ini data yang akan dirilis di Amerika Serikat adalah Indeks Optimisme Bisnis NFIB bersama dengan laporan pasokan mingguan minyak mentah API.
Indikator Ekonomi
Penjualan Ritel (Thn/Thn)
Data Penjualan Ritel, dirilis oleh Statistik Indonesia, mewakili total pembelian konsumen dari toko ritel. Ini memberikan informasi berharga tentang pengeluaran konsumen yang merupakan bagian konsumsi dari PDB. Meningkatnya penjualan ritel menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Namun, jika kenaikannya lebih besar dari perkiraan, mungkin inflasi.
Baca lebih lanjut