Harga Emas India Hari ini: Emas Stabil, menurut Data FXStreet

Harga Emas tetap secara umum tidak berubah di India pada hari Kamis, menurut data yang dikompilasi oleh FXStreet.

Harga Emas berada di 9.130,02 Rupee India (INR) per gram, relatif stabil dibandingkan dengan INR 9.121,96 yang dikenakan pada hari Rabu.

Harga Emas juga stabil di INR 106.490,70 per tola dari INR 106.396,80 per tola sehari sebelumnya.

Unit measure Harga Emas dalam INR
1 Gram 9.130,02
10 Grams 91.300,14
Tola 106.490,70
Troy Ounce 283.975,40

 

Intisari Penggerak Pasar Harian: Harga Emas Didukung oleh Meningkatnya Ketegangan Perdagangan, Penurunan Moderat USD

Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pemberitahuan tarif kepada delapan mitra dagang kecil pada hari Rabu dan mengatakan bahwa tidak akan ada perpanjangan untuk negara-negara yang menerima surat tersebut. Selain itu, Trump menekankan bahwa setiap tarif balasan akan ditambahkan ke tarif AS yang ada.

Selain itu, Trump mengumumkan bahwa tarif 50% untuk impor tembaga akan mulai berlaku pada 1 Agustus. Ini menambah lapisan ketidakpastian di pasar dan ternyata menjadi faktor kunci yang mendorong aliran safe-haven lebih lanjut menuju harga Emas pada hari Kamis.

Risalah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve pada 17-18 Juni mengungkapkan bahwa sebagian besar pengambil kebijakan tetap khawatir tentang risiko meningkatnya tekanan inflasi akibat kebijakan perdagangan agresif Trump. Selain itu, beberapa pengambil kebijakan merasa bahwa tidak akan ada pemangkasan suku bunga yang diperlukan sama sekali.

Namun, sebagian besar peserta memperkirakan bahwa pemangkasan suku bunga akan tepat dilakukan nanti tahun ini dan bahwa setiap guncangan harga akibat tarif akan bersifat sementara atau moderat. Ini berkontribusi pada penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang dipicu oleh lelang utang pemerintah 10 tahun yang kuat.

Dolar AS melanjutkan penurunan retracement dari level tertinggi dua minggu untuk hari kedua berturut-turut dan ternyata menjadi faktor lain yang menguntungkan pasangan XAU/USD. Para pedagang kini menantikan rilis Klaim Pengangguran Mingguan AS dan pidato oleh pejabat Fed untuk mendapatkan dorongan baru.

FXStreet menghitung harga Emas di India dengan mengadaptasi harga internasional (USD/INR) ke mata uang lokal dan unit pengukuran. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan tarif pasar yang diambil pada saat publikasi. Harga hanya sebagai referensi dan harga lokal dapat sedikit berbeda.

 

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

(Alat otomatisasi digunakan dalam pembuatan pos ini.)

Produksi Manufaktur (Bln/Bln) Belanda Mei Naik dari Sebelumnya -1% ke 0.5%

Produksi Manufaktur (Bln/Bln) Belanda Mei Naik dari Sebelumnya -1% ke 0.5%
Mehr darüber lesen Previous

GBP/USD Menguat di Atas 1,3600 di Tengah Dolar AS yang Lebih Lembut

Pasangan mata uang GBP/USD menguat di sekitar 1,3605 selama perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. Greenback melemah terhadap Pound Sterling di tengah prospek penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve (The Fed) tahun ini. Para pedagang menunggu data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan AS yang akan dirilis pada hari Kamis.
Mehr darüber lesen Next