PMI Manufaktur S&P Global Indonesia untuk Juli Membaik ke 49,2 dari 46,9 di Juni

Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Indonesia untuk bulan Juli 2025 membaik menjadi 49,2 dari 46,9 pada bulan sebelumnya. Angkanya juga lebih baik dari prakiraan 48,5. Namun demikian, angka ini masih dalam wilayah kontraksi karena masih di bawah level 50 yang memisahkan antara kontraksi dan ekspansi.

Usamah Bhatti, Ekonomi di S&P Global Maret Intelligence, mengatakan, "Data survei bulan Juli menunjukkan bulan negatif lainnya bagi kesehatan ekonomi manufaktur Indonesia. Penurunan output dan pesanan baru berlanjut pada awal kuartal ketiga, tetapi mereda sejak Juni. Namun, pada saat yang sama, terjadi penurunan kembali dalam pesanan ekspor baru, sementara perusahaan-perusahaan tetap berada dalam mode pengurangan tenaga kerja yang ditunjukkan oleh penurunan tingkat ketenagakerjaan dan pembelian."

Perlu diinformasikan bahwa survei ini dilakukan sebelum terjadi kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Indonesia pada 22 Juli 2025.

Reaksi Pasar

Baik IHSG maupun Rupiah belum menunjukkan reaksi terhadap data karena pasar masih ditutup dan akan dibuka dalam beberapa waktu ke depan.

Indikator Ekonomi

PMI Manufaktur S&P Global

Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang dirilis oleh S&P Global menangkap kondisi bisnis di sektor manufaktur. PMI manufaktur merupakan indikator penting dari kondisi bisnis dan kondisi perekonomian secara keseluruhan di Indonesia. Hasil di atas 50 merupakan sinyal bullish bagi Rupiah, sedangkan hasil di bawah 50 dianggap bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Jum Agu 01, 2025 00.30

Frekuensi: Bulanan

Aktual: 49.2

Konsensus: -

Sebelumnya: 46.9

Sumber: S&P Global

S&P Global Manufacturing PMI Republik Korea Juli Turun ke 48 dari Sebelumnya 48.7

S&P Global Manufacturing PMI Republik Korea Juli Turun ke 48 dari Sebelumnya 48.7
अधिक पढ़ें Previous

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Pertahankan Kerugian di Bawah $3.300 saat Trump Menetapkan Tarif Dasar sebesar 10%

Harga Emas (XAU/USD) diperdagangkan di wilayah negatif di dekat $3.285 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Jumat. Logam mulia ini kehilangan pijakan di tengah rebound Dolar AS (USD) setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan tarif baru dengan mitra dagang.
अधिक पढ़ें Next