Presiden AS Donald Trump mengancam tarif tambahan sebesar 15% pada semua impor Jepang

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia dapat memberlakukan tarif tambahan sebesar 15% pada semua impor Jepang, lapor surat kabar Asahi pada hari Kamis, mengutip seorang pejabat Gedung Putih. 

Kutipan-Kutipan Utama

AS akan menambahkan tarif 15% pada semua impor Jepang.

AS tidak akan menerapkan pengecualian untuk Jepang untuk produk yang sudah memiliki tarif melebihi 15%.

Reaksi Pasar

Pada saat berita ini ditulis, pasangan mata uang USD/JPY diperdagangkan 0,01% lebih rendah pada hari ini di 147,35.

Pertanyaan Umum Seputar Tarif

Meskipun tarif dan pajak keduanya menghasilkan pendapatan pemerintah untuk mendanai barang dan jasa publik, keduanya memiliki beberapa perbedaan. Tarif dibayar di muka di pelabuhan masuk, sementara pajak dibayar pada saat pembelian. Pajak dikenakan pada wajib pajak individu dan perusahaan, sementara tarif dibayar oleh importir.

Ada dua pandangan di kalangan ekonom mengenai penggunaan tarif. Sementara beberapa berpendapat bahwa tarif diperlukan untuk melindungi industri domestik dan mengatasi ketidakseimbangan perdagangan, yang lain melihatnya sebagai alat yang merugikan yang dapat berpotensi mendorong harga lebih tinggi dalam jangka panjang dan menyebabkan perang dagang yang merusak dengan mendorong tarif balas-membalas.

Selama menjelang pemilihan presiden pada November 2024, Donald Trump menegaskan bahwa ia berniat menggunakan tarif untuk mendukung perekonomian AS dan produsen Amerika. Pada tahun 2024, Meksiko, Tiongkok, dan Kanada menyumbang 42% dari total impor AS. Dalam periode ini, Meksiko menonjol sebagai eksportir teratas dengan $466,6 miliar, menurut Biro Sensus AS. Oleh karena itu, Trump ingin fokus pada ketiga negara ini saat memberlakukan tarif. Ia juga berencana menggunakan pendapatan yang dihasilkan melalui tarif untuk menurunkan pajak penghasilan pribadi.


WTI Pulih ke Atas $63,50 akibat Ancaman Trump terhadap Pasokan Rusia, Inventaris Bullish

West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar $63,75 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. WTI memantul dari terendah lima minggu di tengah data inventaris minyak mentah AS yang bullish dan ketegangan geopolitik
Baca selengkapnya Previous

Cadangan Devisa Asing JP Jepang Juli Tenggelam dari Sebelumnya $1313.8B ke $1304.4B

Cadangan Devisa Asing JP Jepang Juli Tenggelam dari Sebelumnya $1313.8B ke $1304.4B
Baca selengkapnya Next