Rupiah Menahan Laju Jelang FOMC di Tengah Redanya Tensi Dagang AS-Tiongkok

  • USD/IDR naik ke 16.624,5, rentang sempit menandakan mode tunggu menjelang FOMC; 16.580 support, 16.700 resistance.
  • IHK AS lebih lemah memperkuat peluang pemangkasan 25 bp pekan ini; nada Powell jadi penentu berikutnya.
  • Sentimen global mereda usai kerangka kesepakatan awal AS–Tiongkok dan jeda tarif, namun risiko masih datang dari arah dolar serta kebijakan The Fed.

Rupiah terdepresiasi tipis pada sesi siang, tercermin dari kenaikan USD/IDR ke 16.624,5. Gerak yang sempit dalam perdagangan harian mengindikasikan mode tunggu menjelang keputusan FOMC. Secara teknis, 16.580 tetap support terdekat, sementara 16.700 menjadi resistance psikologis; penutupan di atas area tersebut membuka ruang uji 16.750, sebaliknya pelemahan dolar dapat menarik pasangan mata uang USD/IDR kembali ke 16.550.

Menjelang keputusan FOMC, rupiah diprakirakan bergerak di kisaran 16.580-16.700. Nada dovish The Fed serta data inflasi AS yang lebih lemah memberi ruang penurunan bagi USD/IDR (rupiah menguat). Namun, jika Jerome Powell bernada hawkish atau pasar kembali risk-off, pebgujian area 16.700-16.750 bukan tidak mungkin.

KTT Malaysia dan Kesepakatan Awal AS-Tiongkok Redakan Ketegangan, Pasar Tetap Waspadai Arah The Fed

Para pemimpin dunia yang berkumpul di Malaysia pada Senin membahas penguatan hubungan ekonomi di tengah bayang-bayang tarif tinggi AS. Dalam lawatannya, Presiden Donald Trump menyaksikan pakta gencatan senjata Kamboja-Thailand dan empat kesepakatan perdagangan regional, sementara tarif AS untuk negara Asia Tenggara tetap berlaku. Trump menegaskan, AS menjadi mitra kuat bagi kawasan untuk generasi mendatang, beriringan dengan jeda tarif dalam perang dagang AS-Tiongkok.

Pejabat ekonomi AS-Tiongkok pada Minggu mencapai kerangka kesepakatan awal yang akan dibahas Trump-Xi pada Kamis pekan ini. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi kesepahaman yang menghapus ancaman tarif 100% pada impor Tiongkok yang semula berlaku 1 November. Langkah ini menenangkan pasar, namun investor tetap waspada karena arah dolar masih ditentukan ekspektasi pelonggaran The Fed.

The Fed Berpeluang Turunkan Suku Bunga Lagi setelah Inflasi AS Melemah

IHK AS September lebih lemah dari prakiraan: data utama 0,3% MoM; 3,0% YoY, inti 0,2% MoM; 3,0% YoY. Data ini memperkuat ekspektasi pemangkasan 25 bp pada 29-30 Oktober (peluang hampir 99%) dan membuka kemungkinan pemangkasan lanjutan Desember.

Danske Bank menilai The Fed hampir pasti menurunkan suku bunga pekan depan, menyoroti pelemahan pasar tenaga kerja Agustus dan inflasi yang tertunda. FFR berpotensi turun ke sekitar 4% (masih restriktif). The Fed juga bisa membahas perlambatan pengurangan kepemilikan obligasi di tengah volatilitas pasar repo serta perhatian pada bank regional AS.

Pasar Tunggu Komentar Powell di Tengah Agenda Padat dan Shutdown Pemerintah AS

Meski shutdown pemerintah AS berlanjut, agenda tetap padat. Fokus pasar kini beralih ke agenda utama minggu ini – rapat FOMC (29-30 Oktober). Kemudaian beberapa data penting lainnya, CB Consumer Confidence (Selasa), S&P/Case-Shiller & API crude (Selasa malam), MBA mortgages & EIA inventories (Rabu), dan Chicago PMI (Jumat). Tidak ada rilis domestik utama di Indonesia.

Secara historis, pemangkasan 25 bp cenderung melemahkan dolar, tetapi karena sudah diprakirakan, dampaknya bisa terbatas; komentar Powell akan menjadi kompas utama arah pasar hingga Desember.

Indikator Ekonomi

Keputusan Suku Bunga The Fed

Federal Reserve (The Fed) berunding tentang kebijakan moneter dan membuat keputusan tentang suku bunga pada delapan pertemuan yang dijadwalkan sebelumnya per tahun. The Fed memiliki dua mandat: untuk menjaga inflasi pada 2%, dan untuk mempertahankan lapangan kerja penuh. Alat utamanya untuk mencapai hal ini adalah dengan menetapkan suku bunga – baik di mana The Fed meminjamkan ke perbankan dan perbankan saling meminjamkan. Jika The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga, Dolar AS (USD) cenderung menguat karena menarik lebih banyak arus masuk modal asing. Jika The Fed memangkas suku bunga, hal ini cenderung melemahkan USD karena modal mengalir keluar ke negara-negara yang menawarkan pengembalian yang lebih tinggi. Jika suku bunga dibiarkan tidak berubah, perhatian beralih ke nada pernyataan Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC), dan apakah FOMC hawkish (mengharapkan suku bunga masa depan yang lebih tinggi), atau dovish (mengharapkan suku bunga masa depan yang lebih rendah).

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Okt 29, 2025 18.00

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: 4%

Sebelumnya: 4.25%

Sumber: Federal Reserve

Valas Hari Ini: Suasana Membaik karena Optimisme Kesepakatan Perdagangan AS-Tiongkok

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 27 Oktober:
Devamını oku Previous

NZD/USD Bertahan di Atas 0,5750 karena Kemajuan Kesepakatan Perdagangan AS-Tiongkok

Pasangan mata uang NZD/USD mempertahankan posisi positif di dekat 0,5765 selama awal sesi Eropa pada hari Senin. Meredanya ketegangan terkait perdagangan AS-Tiongkok memberikan dukungan pada Dolar Selandia Baru (NZD) terhadap Dolar AS (USD)
Devamını oku Next