Perak bangkit kembali meskipun ketidakpastian mengenai kesepakatan damai AS-Iran berlanjut

  • Harga Perak pulih ke dekat $76,30 meskipun ketidakpastian seputar kesepakatan AS-Iran.
  • Harga Minyak yang lebih rendah telah memberikan dukungan pada harga Perak.
  • Para investor menantikan data Lowongan Pekerjaan JOLTS AS untuk bulan April.

Harga perak (XAG/USD) diperdagangkan naik 1,85% ke dekat $76,30 selama sesi perdagangan Eropa pada hari Selasa. Logam putih ini menguat seiring koreksi harga minyak, sementara ketidakpastian seputar Amerika Serikat (AS)-Iran tetap ada.

Saat penulisan, harga Minyak WTI turun 1,8% ke dekat $89,20. Terdapat hubungan terbalik antara harga minyak dan Perak sejak perang Timur Tengah dimulai, karena harga energi yang tinggi mendorong inflasi AS dan memaksa para pedagang mengesampingkan kemungkinan pemotongan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini.

Harga minyak turun menyusul komentar Presiden AS Donald Trump pada hari Senin, yang menandakan bahwa ia telah memaksa Israel untuk menghentikan serangan terhadap Hezbollah yang didukung Iran di Lebanon.

Pada hari Senin, beberapa pejabat Iran mengutuk serangan Israel terhadap Lebanon dan memperingatkan konsekuensi berat bagi AS dan Israel.

Sementara itu, ketidakpastian mengenai tercapainya kesepakatan AS-Iran dalam waktu dekat meningkat, menyusul berita dari kantor berita Tasnim Iran pada hari Senin bahwa tim negosiasi Teheran telah menghentikan pertukaran pesan dengan AS melalui mediator sebagai respons terhadap eskalasi kejahatan perang di Lebanon.

Di sisi data ekonomi, para investor menantikan data Lowongan Pekerjaan JOLTS AS untuk bulan April, yang akan dipublikasikan pada pukul 14:00 GMT (21:00 WIB). Bureau of Labor Statistics (BLS) diprakirakan menunjukkan bahwa para pemberi kerja memposting 6,82 juta lowongan pekerjaan baru, sedikit lebih rendah dari 6,866 juta pada bulan Maret.

Para investor akan memperhatikan dengan seksama data Lowongan Pekerjaan JOLTS AS untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai prospek kebijakan moneter The Fed.

Di akhir minggu ini, para investor akan fokus pada data Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk bulan Mei, yang akan dirilis pada hari Jumat.

 

Pertanyaan Umum Seputar Perak

Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.

Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.

Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.

Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.


Yen Jepang: Ekspektasi BoJ Bertentangan dengan Risiko Intervensi – BNY

Bob Savage dari BNY menyoroti lelang JGB yang kuat dan imbal hasil yang menurun saat pasar memprakirakan peluang 76% kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) bulan ini. Meskipun demikian, USD/JPY tetap di dekat 160 untuk hari keempat, dengan pejabat Jepang mengeluarkan peringatan intervensi berulang kali
Devamını oku Previous

Schlegel dari SNB: Kami meningkatkan kesiapan untuk melakukan intervensi terhadap apresiasi Franc Swiss

Ketua Swiss National Bank (SNB) Martin Schlegel mengatakan selama sesi perdagangan Eropa pada hari Selasa bahwa bank sentral kini lebih siap untuk melakukan intervensi terhadap pergerakan apresiasi satu arah pada Swiss Franc (CHF)
Devamını oku Next