WTI Memantul Kembali Menuju $69,50 Di Balik Membayanginya Sanksi AS Terhadap Iran

WTI (minyak berjangka di NYMEX) menangkap gelombang penawaran beli baru di sesi Eropa dan memperoleh kembali level 69, karena dolar AS memperpanjang kemunduran versus pesaing utama lainnya dalam mengantisipasi pengumuman tarif AS pada impor China.

Emas hitam juga tetap didukung oleh risiko pasokan yang muncul dari Iran, karena fokus bergeser ke sanksi AS terhadap Iran yang berlaku pada November, terutama menargetkan sektor minyak nasional. Iran adalah produsen minyak No.3 OPEC.

Dalam catatan klien terbaru, Analis di Bank of America Merrill Lynch (BAML) mengatakan, ““Muatan ekspor minyak mentah Iran telah menurun sebesar 580.000 barel per hari dalam tiga bulan terakhir.”

Namun, pemulihan cenderung terbatas, karena pasar tetap kurang yakin menjelang pengumuman tarif AS pada impor China senilai $200 miliar, yang dapat memicu gelombang penghindaran risiko baru di seluruh pasar keuangan.

Level-Level Teknis WTI

Resisten: $69,50 (level psikologis), $69,91 (tertinggi 14 September), $70 (resisten utama).

Support: $68,69 (MA 10-hari), $68,36 (terendah 13 September), $68,00 (angka bulat).

 

Bundesbank: Pertumbuhan Ekonomi Jerman Secara Fundamental Tak Berubah

Bank sentral Jerman, Bundesbank (Buba), menyoroti poin-poin berikut dalam laporan ekonomi bulanan terakhirnya. Pertumbuhan ekonomi Jerman meningkat t
Đọc thêm Previous

Berita Sela: Trump: Jika Ada Negara Yang Tidak Membuat Kesepakatan Yang Adil Dengan Kami, Mereka Akan “Dikenakan Tarif!”

Presiden AS Trump diberitakan, melalui Twitter, mencatat bahwa “Tarif telah menempatkan AS dalam posisi tawar yang sangat kuat, dengan Miliaran Dolar,
Đọc thêm Next