USD/IDR Tetap Naik Korektif Pasca IHK Indonesia Yang Mengecewakan

Tingkat inflasi tahunan Indonesia melambat lebih lanjut pada bulan Desember, menurut data terbaru yang diterbitkan oleh Statistics Indonesia pada hari ini.

Tingkat inflasi Desember Indonesia turun lebih jauh menjadi 2,72% pada tahun itu, dibandingkan dengan ekspektasi 3,00% pada bulan November dan tetap di antara kisaran target 2,5-4,5% Bank Indonesia (BI). Angka inti tahunan mencapai 3,02% vs 3,08% sebelumnya dan 3,11% yang diharapkan.

Sementara itu, pembacaan inflasi bulanan untuk Desember datang di +0,34% vs +0,49% diharapkan dan +0,14% sebelumnya.

Pasangan silang USD/IDR mengawali tahun 2020 dengan catatan positif, setelah mengakhiri 2019 pada posisi terlemah sejak Juni 2018. Rupiah Indonesia turun dari puncak multi-bulan vs Dolar Amerika Kamis ini, mempertahankan mode korektif pada angka inflasi Indonesia yang suram.

Pada saat ini, USD/IDR diperdagangkan di sekitar level 13.900, naik +0,14% sejauh ini.

Tentang IHK Indonesia

Indeks Inflasi yang dikeluarkan oleh Statistik Indonesia adalah ukuran pergerakan harga dengan membandingkan antara harga eceran keranjang belanja barang dan jasa yang representatif. Daya beli Rupiah Indonesia terseret oleh inflasi. IHK digunakan sebagai indikator utama untuk mengukur inflasi dan perubahan tren pembelian. Secara umum, pembacaan tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk Rupiah, sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai negatif (atau Bearish).

EUR/USD Mencatat Kenaikan Kuartalan Terbesar Sejak Q3, 2017

EUR/USD telah memasuki tahun 2020 dengan catatan positif. Mata uang tunggal naik lebih dari 2,8% pada kuartal keempat 2019, kenaikan kuartal tunggal t
Baca selengkapnya Previous

Analisa Teknis Indeks Dolar AS: Menguji Penurunan 4 Hari Beruntun

Indeks Dolar AS (DXY) memantul dari terendah enam bulan dan membawa tawaran beli ke 96,53 menjelang sesi Eropa pada hari ini. Menghadapi garis tren me
Baca selengkapnya Next