Imbal Hasil Treasury AS 10-tahun Mendekati Level Terendah Bulanan

  • Imbal hasil Treasury 10-tahun AS tetap di bawah tekanan di sekitar level terendah sejak awal Desember.
  • Pernyataan perang dari AS dan Iran memberikan tekanan penurunan karena pedagang Jepang kembali aktif setelah liburan selama seminggu.

Imbal hasil obligasi 10-tahun AS bergerak ke 1,774%, setelah turun ke 1,772%, terendah sejak 05 Desember, di tengah sesi Asia pada hari Senin.

Imbal hasil, yang dikenal sebagai barometer risiko pasar, baru-baru ini turun setelah AS-Iran bergumul atas pembunuhan personil militer Iran, Qasem Soleimani, atas perintah Presiden AS Donald Trump. Bisa dikatakan, imbal hasil kehilangan hampir 20 pips dari level awal tahun.

Baca: USD/JPY Isi Gap Penurunan, Fundamental Tetap Bearish

Meski begitu, reaksi pengukur risiko utama terhadap ketegangan geopolitik telah dipengaruhi secara negatif karena pasar Jepang tutup selama seminggu, untuk perayaan Tahun Baru. Jepang dianggap sebagai pemegang dan investor terbesar dalam obligasi AS.

Perlu juga dicatat bahwa komentar terbaru dari Presiden Federal Reserve Bank New York John Williams yang  mungkin juga telah memberikan tekanan penurunan pada imbal hasil. Pembuat kebijakan menekankan perlunya mempertahankan target inflasi 2%, yang pada gilirannya memangkas kemungkinan kenaikan suku bunga Fed.

Mengingat berita utama geopolitik yang mendominasi sentimen perdagangan langsung, setiap eskalasi lebih lanjut dalam drama AS-Iran dapat membebani imbah hasil dan mendorong pasar untuk bergegas menuju safe haven. Jika demikian, yen Jepang (JPY) dan Emas bisa menjadi penerima manfaat.

Trump Mengatakan Akan Ada “pembalasan Besar” Terhadap Iran Jika Iran Membalas

Presiden AS Donald Trump mengancam sanksi terhadap Baghdad, mengatakan AS tidak akan meninggalkan Irak, kecuali membayar Pangkalan Udara AS di sana.
อ่านเพิ่มเติม Previous

Trump dan Johnson mendiskusikan situasi di Iran, Irak – Berita Reuters

Reuters melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada hari Minggu, membahas situasi saat ini d
อ่านเพิ่มเติม Next