Kontrak Berjangka S&P 500 Turun Kembali Ke 4.150 Karena Geopolitik Uji Pembeli

  • Kontrak berjangka S&P 500  berlawanan dengan pergerakan pemulihan Wall Street.
  • Imbal hasil obligasi AS 10-tahun menyegarkan kembali terendah mingguan, DXY melanjutkan pelemahan hari Rabu.
  • Kebangkitan virus di Asia bergabung dengan perselisihan Australia-Tiongkok, Rusia-Ukraina dan jeda perdagangan sebelum ECB akan membebani sentimen.

Kontrak berjangka S&P 500 mencetak pelemahan intraday sebesar 0,20% yang mengunjungi kembali level 4.155 selama Kamis pagi ini. Dengan demikian, barometer risiko tersebut berbeda dari kinerja pasar ekuitas AS pada hari sebelumnya karena risiko mendalam  terhadap sentimen meningkat lagi, ditambah dengan beberapa katalis baru, pada saat berita ini ditulis.

Di antara katalis utama adalah kegelisahan akibat virus corona (COVID-19) yang menghantui Asia. India mencatat 310 ribu penularan baru dan Jepang siap untuk kembali memberlakukan keadaan darurat. Di jalur yang sama, perbincangan terkait persyaratan suntikan vaksin ketiga untuk mendapatkan kekebalan atas virus mematikan itu juga berlarut-larut dan mendapatkan perhatian pasar.

Selain itu, berita dari Global Times menunjukkan ketidaksukaan Tiongkok atas penolakan Australia terhadap inisiatif "Belt and Road", sedangkan Rusia memperingatkan atas campur tangan global dalam perselisihannya dengan Ukraina.

Sebaliknya, upaya AS untuk memperlancar perundingan nuklir dengan Iran, dengan mencabut beberapa sanksi atas bank sentral Teheran, ekspor minyak, dan manufaktur, tampaknya melawan penjual. Di sisi positifnya juga terdapat harapan pertumbuhan ekonomi AS terkuat sejak 1984 dan pengurangan oleh Bank of Canada (BoC), yang pertama di antara bank sentral utama.

Di tengah permainan ini, imbal hasil Treasury AS 10-tahun menyegarkan kembali terendah mingguan dengan turun tiga basis poin ke 1,53% sedangkan saham dalam perdagangan beragam pada saat berita ini ditulis.

Ke depan, pedagang global mungkin tetap berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) hari ini. ECB tidak diharapkan untuk mengubah suku bunga saat ini, begitu pula pembelian obligasi, tetapi konferensi pers Presiden Christine Lagarde akan menjadi kunci untuk diamati setelah BoC.

Yang juga penting adalah data lapis kedua dari AS dan perkembangan terkait katalisator yang disebutkan di atas.

Mantan Pejabat BoJ: Bank Sentral Telah Mencapai Batas Normalisasi Di Bawah Kuroda

"Bank of Japan (BoJ) telah mencapai batas akhir normalisasi untuk saat ini," kata Hideo Hayakawa, mantan pejabat senior bank sentral, dalam wawancara
Leia mais Previous

Analisis Harga Emas: Merebut Kembali $ 1.800 Penting Bagi XAU/USD Untuk Kenaikan Tambahan – Confluence Detector

Emas (XAU/USD) mengkonsolidasi penurunan terbarunya hingga tertinggi baru dua bulan hanya di bawah angka $ 1800. Momentum optimis dalam emas dihidupka
Leia mais Next