Kontrak Berjangka S&P 500, Imbal Hasil Obligasi PemerintahAS Gambarkan Sentimen Risk-on

  • Kontrak berjangka S&P 500 melacak kenaikan di Wall Street, imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury) AS 10-tahun goyah.
  • Optimisme vaksin bergabung dengan harapan atas diperpanjangnya kebijakan stimulus akan mendukung para pembeli.
  • Masalah Covid dan geopolitik menahan para pedagang yang optimis di tengah kalender yang sepi.

Sentimen pasar menjaga optimisme awal pekan ini selama sesi Asia yang lesu pada hari Selasa. Sementara yang menggambarkan sentimen, Kontrak berjangka S&P 500 mencetak kenaikan intraday 0,17% menjadi 4.483 sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury) AS 10-tahun naik-turun sekitar 1,26% pada saat berita ini dimuat.

Perlu dicatat bahwa S&P 500 memperbarui rekor tertinggi, bersama dengan Nasdaq, selama perdagangan sesi Amerika Utara hari Senin sedangkan imbal hasil obligasi utama Treasury AS tetap sedikit dalam tawaran jual di sekitar 1,25% untuk mengakhiri perdagangan AS pada hari sebelumnya.

Sambil mencari katalis untuk dorongan baru, harapan akan vaksinasi yang lebih cepat dan tantangan atas pembicaraan pengurangan stimulus menjadi fokus utama. Tidak hanya persetujuan Food & Drug Administration (FDA) AS untuk vaksin Moderna-BioNTech tetapi kesiapan Inggris untuk memesan 35,00 juta dosis vaksin Pfizer sebagai suntikan penguat juga menggambarkan optimisme terkait vaksin.

Di sisi lain, pembacaan awal IMP AS untuk bulan Agustus yang lebih lemah dari yang diharapkan, menunjukkan perlunya kebijakan stimulus lebih lanjut. Sebelum itu, Presiden The Fed Dallas, Robert Kaplan, memberi isyarat untuk menarik kembali seruannya atas pengurangan stimulus karena adanya wabah Covid varian Delta.

Namun, perlu dicatat bahwa permintaan Inggris untuk malakukan konferensi video darurat para pemimpin Kelompok Tujuh (G7) untuk membahas masalah terkait Taliban, serta penyebaran varian virus yang lebih cepat, menantang selera risiko. Selain itu, tindakan keras Tiongkok terhadap saham teknologi dan adanya sejumlah isyarat bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) akan meningkatkan kesulitan untuk listing perusahaan yang berbasis di Beijing juga menantang para pedagang yang optimis.

Ke depan, kurangnya data/peristiwa utama dapat membuat pelaku pasar mencari petunjuk baru untuk arah yang jelas menjelang pidato Jackson Hole Symposium minggu ini, mulai 25 Agustus. Dengan demikian, COVID-19, Tiongkok dan Afghanistan, serta bank sentral, merupakan faktor penting yang harus diikuti.

Penjualan Ritel non Otomotif (Krtl/Krtl) Selandia Baru 2Q Tumbuh Dari Sebelumnya 6.8% Ke 33.3%

Penjualan Ritel non Otomotif (Krtl/Krtl) Selandia Baru 2Q Tumbuh Dari Sebelumnya 6.8% Ke 33.3%
อ่านเพิ่มเติม Previous

Analisis Harga AUD/USD: Bergulat di Sekitar 0,7200 karena Pembeli Tunggu Konfirmasi

AUD/USD mengkonsolidasikan kenaikan besar hari sebelumnya, lompatan harian terbesar sejak April, sementara menyegarkan terendah intraday di dekat 0,72
อ่านเพิ่มเติม Next