IEA: Perpindahan Gas ke Minyak Dapat Menambah Permintaan 500 Ribu bph Selama Enam Bulan
“Krisis energi telah mendorong peralihan ke minyak yang dapat meningkatkan permintaan sebesar 500.000 barel per hari (bph),” kata International Energy Agency (IEA) dalam laporan pasar minyak bulanan terbaru yang dirilis pada hari Kamis.
Poin-poin penting
Kekurangan gas alam, LNG dan batu bara setidaknya bisa membuat pasar minyak tetap defisit hingga akhir tahun.
Pasokan minyak telah melanjutkan tren naik karena OPEC+ mencabut pemangkasan produksi, AS pulih dari badai Ida dan pemeliharaan berkurang.
Harga energi yang tinggi dapat menambah inflasi yang, bersama dengan pemadaman listrik, menurunkan aktivitas industri dan memperlambat pertumbuhan.
Stok minyak komersial OECD turun 23 juta barel pada bulan September dan berada di level terendah sejak Maret 2015.
Kapasitas cadangan efektif OPEC+ bisa turun di bawah 4 juta bph pada kuartal kedua 2022 dari 9 juta bph pada kuartal pertama 2021.
Menyusutnya kapasitas cadangan global menekankan perlunya peningkatan investasi untuk memenuhi permintaan di masa depan.
Permintaan minyak akan melebihi level-level pra-pandemi di 2022, naik 3,3 juta bph menjadi 99,6 juta bph.
Merevisi perkiraan permintaan minyak 2021 dan 2022 masing-masing naik menjadi 170.000 bph dan 210.000 bph.
OPEC+ berada di jalur untuk memompa 700.000 bph di bawah perkiraan permintaan minyak mentahnya pada kuartal keempat 2021.
Sisa produk olahan kuartal ketiga yang tersirat menunjukkan penurunan terbesar dalam delapan tahun.