AUD/JPY Naik di Atas 93,00 Setelah Suku Bunga RBA Tidak Berubah di 0,1%
- AUD/JPY telah melampaui 93,00 setelah kebijakan suku bunga stabil oleh RBA.
- Pertumbuhan upah yang stagnan di pasar tenaga kerja telah membatasi RBA untuk menaikkan suku bunga kebijakan.
- Melonjaknya harga komoditas telah menopang dolar Australia terhadap yen Jepang.
Pasangan AUD/JPY telah mengalami minat beli yang kuat dari para pelaku pasar, yang telah mendorong pasangan mata uang ini ke dekat 93,20 setelah Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan status quo dengan menjaga suku bunga pinjaman stabil di 0,1%.
Keputusan tidak mengubah suku bunga karena pasar tenaga kerja lebih lemah di Australia. Para pembuat kebijakan RBA menyatakan sebelumnya bahwa pertumbuhan upah belum diamati untuk sementara waktu dan bank sentral belum merasakan tekanan harga yang harus mendukung persyaratan kenaikan suku bunga. Namun, kenaikan inflasi terkait invasi Rusia ke Ukraina telah menyematkan ekspektasi kenaikan suku bunga nanti tahun ini. Perlu dicatat bahwa banyak bank sentral telah menaikkan suku bunga mereka bersama dengan Federal Reserve (The Fed) yang perkasa, yang membawa kenaikan suku bunga 25 basis poin (bps) pada bulan Maret. Namun, RBA belum mengikuti jejaknya dan menangani inflasi raksasa.
Dibandingkan dengan yen Jepang, dolar Australia telah berkinerja baik di tengah melonjaknya harga produk makanan, energi, dan logam dasar. Sementara, Jepang, sebagai importir utama dari semua komoditas ini telah menghadapi panasnya arus keluar yang lebih tinggi dan dampak penggandanya pada defisit fiskal. Pekan lalu, Bank of Japan (BOJ) mengikuti program pembelian obligasitanpa batas untuk mencegah inversi imbal hasil. Langkah tersebut membawa dukungan kecil untuk yen tetapi sekarang efeknya tampaknya memudar.