Berita Harga USD/INR: Rupee Kesulitan di Bawah 78,00 saat Moody's Pangkas Prakiraan PDB India

  • USD/INR mengincar penurunan mingguan pertama dalam empat minggu meskipun tidak ada tindakan terbaru.
  • Moody's memangkas prakiraan PDB 2022 India menjadi 8,8%.
  • Kemerosotan dolar AS ke terendah bulanan menantang pembeli menjelang pengukur inflasi yang disukai The Fed.

USD/INR memangkas penurunan harian di sekitar 77,60, menyusul kenaikan menuju puncak mingguan, karena pemangkasan prakiraan PDB India berhadapan dengan pelemahan dolar AS yang luas selama Jumat pagi.

Moody’s Investors Service memangkas prakiraan PDB Tahun Kalender 2022 India menjadi 8,8% dari 9,1% yang diantisipasi pada bulan Maret. Lembaga pemeringkat global menyebutkan bahwa kenaikan inflasi dan suku bunga akan meredam momentum pertumbuhan ekonomi.

“Bahkan setelah revisi terbaru, prakiraan PDB oleh Moody’s tetap termasuk yang paling optimis. Ketika RBI telah memproyeksikan ekonomi akan tumbuh 7,2% pada tahun keuangan 2022-23 (FY23), Fitch memperkirakan ekonomi akan tumbuh 8,5%. Yang pasti, Moody's belum merevisi prakiraan PDB FY23 untuk India, yang tetap di 9,1%,” sebut berita Business Standard yang dibagikan oleh Reuters.

Perlu dicatat bahwa kekhawatiran inflasi dan pertumbuhan juga membebani dolar AS dan membatasi sisi atas USD/INR meskipun ada berita negatif tentang INR. Namun demikian, Indeks Dolar AS (DXY) meraih terendah baru bulanan di level 101,43 karena pelaku pasar menyambut baik kurangnya ketidakpastian atas langkah The Fed selanjutnya. Juga membebani greenback bisa jadi adalah data AS yang suram baru-baru ini.

PDB Tahunan kuartal pertama 2022 pendahuluan AS turun ke -1,5%, di bawah -1,4% sebelumnya dan prakiraan -1,3%, sedangkan Penjualan Rumah Tertunda merosot pada bulan April, ke -3,9% dibandingkan prakiraan -2,0%.

Tidak hanya di India dan AS, Laba Industri Tiongkok yang lebih lemah untuk periode Januari-April, 3,5% dibandingkan 8,5% sebelumnya, juga membatasi penurunan USD/INR, karena status Tiongkok sebagai pemain industri terbesar dunia dan pemimpin Asia.

Terhadap latar belakang ini, imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun tetap ragu-ragu di sekitar 2,75% sementara S&P 500 Futures mencetak penurunan ringan di sekitar 4.050, turun 0,15% intraday.

Ke depan, pelemahan Indeks Dolar AS dan katalis yang beragam dapat membuat penjual USD/INR berharap menjelang Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditure (PCE) Inti AS untuk April, diperkirakan di 4,9% YoY dibandingkan 5,2% sebelumnya. Namun, pesimisme di seputar ekonomi India dapat membatasi sisi bawah USD/INR.

Analisis teknis

Meskipun baru-baru ini naik, USD/INR tetap berada di dalam kisaran perdagangan 50 pip antara 77,85 dan 77,35. Namun, perlu dicatat bahwa osilator menggambarkan hilangnya momentum ke atas secara bertahap, yang pada gilirannya membuat penjual pasangan mata uang ini tetap berharap.

 

EUR/USD Menembus 1,0760 Jelang PCE AS, DXY Meraih Terendah Baru Bulanan

Pasangan EUR/USD naik tajam karena pelemahan yang lebih luas dalam greenback. Pasangan mata uang ini telah menyerang 1,0760 dan diperkirakan akan memp
Leia mais Previous

Analisis Harga AUD/USD: Pembeli Menyenggol SMA 200-hari Dekat 0,7150, Perhatian Tertuju pada Tertinggi Bulanan

AUD/USD mencetak kenaikan harian terbesar dalam empat hari saat pembeli menyerang SMA-200 di sekitar 0,7140 di tengah sesi Asia Jumat. Momentum ke at
Leia mais Next