Kapan Inflasi Inggris dan Bagaimana Pengaruhnya Terhadap GBP/USD?

Ikhtisar IHK Inggris

Biaya hidup di Inggris yang diwakili oleh Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk bulan Mei akan dirilis pada hari ini pukul 06:00 GMT (13:00 WIB). Data inflasi bulan Mei akan sangat diawasi oleh para trader GBP/USD karena deviasi sisi positif dalam angka inflasi keseluruhan dan inti akan meningkatkan peluang kenaikan suku bunga 50 basis poin (bp) oleh Bank of England (BoE) dan tekanan penurunan pada angka Produk Domestik Bruto (PDB) yang sudah rentan.

Inflasi tahunan Inggris terlihat menyentuh level tertinggi baru empat dekade di 9,1% vs 9% yang dilaporkan sebelumnya. Sementara IHK Inti yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak diperkirakan akan bergeser lebih rendah menjadi 6% dibandingkan dengan 6,2% yang dilaporkan sebelumnya. Berbicara tentang angka bulanan, IHK bisa turun secara signifikan menjadi 0,6% dibandingkan 2,5% sebelumnya.

Perlu dicatat bahwa tekanan baru-baru ini pada pendapatan rata-rata dan laporan pekerjaan yang optimis menyoroti Indeks Harga Produsen (IHP) sebagai katalis penting untuk arah GBP/USD jangka dekat. Karena itu, IHK Inti YoY dapat naik dari 13% menjadi 13,7% pada basis yang disesuaikan secara non-musiman sedangkan angka bulanan dapat meningkat menjadi 2% versus 1,6% yang dilaporkan sebelumnya. Selain itu, Indeks Harga Ritel (RPI) juga akan dirilis dan diperkirakan akan naik menjadi 11,4% YoY dari 11,1% sebelumnya, sementara angka MoM dapat mencapai 0,5% dari 3,4% pada pembacaan sebelumnya.

Dalam hal ini, Karl Paraskevas, Kepala Ekonom di VARIANSE mengatakan,

Inflasi Inggris adalah perhatian utama saya untuk Pound Inggris. Teori ekonomi menunjukkan bahwa inflasi yang relatif lebih tinggi harus memberikan tekanan ke bawah pada nilai tukar nominal, semua pertimbangan lain dianggap sama.

Dampak deviasi pada GBP/USD

Bagaimana hal itu dapat memengaruhi GBP/USD?

GBP/USD terlihat rentan setelah terobosan sisi bawah dari support level bulat 1,2250 di sesi Asia. Cable bergerak turun menuju 1,2200 karena tekanan harga yang lebih tinggi akan meredam angka PDB lebih lanjut. Tidak diragukan lagi, pasar tenaga kerja semakin ketat dalam perekonomian Inggris. Berkat Perubahan Jumlah Klaim yang lebih rendah di -19,7 ribu untuk bulan Mei dan Perubahan Ketenagakerjaan yang optimis di 177.000 hingga bulan Maret, yang mendukung BoE untuk mendikte kenaikan suku bunga yang lebih tinggi untuk kebijakan moneter bulan Juli. Tingkat pengangguran meningkat menjadi 3,8% tetapi angka di bawah 4% masih dapat dikelola. Namun, prospek pertumbuhan yang lebih rendah akan membatasi BoE untuk mengambil keputusan berani tanpa ragu-ragu.

Kantor Statistik Nasional Inggris melaporkan PDB bulanan sebesar -0,3% sedangkan angka sebelumnya sebesar -0,1%. Selain itu, Produksi Industri bulanan jatuh ke -0,6% dari ekspektasi 0,2%. Tingkat inflasi yang lebih tinggi akan semakin meredam data ekonomi Inggris dan selanjutnya akan membatasi BoE untuk mendikte kenaikan suku bunga yang lebih tinggi.

Secara teknikal, Cable diperdagangkan dalam kisaran hari Kamis dari tiga sesi perdagangan terakhir yang menandakan kontraksi volatilitas. Pada saat ini, pembeli Greenback telah menyeret aset di bawah level terendah hari Selasa di 1,2240 dan lebih banyak penurunan terlihat mungkin terjadi jika aset turun lebih jauh di bawah level terendah hari Jumat di 1,2173. Pada grafik harian, aset diperdagangkan di bawah semua Moving Average (MA) jangka pendek hingga panjang, yang memperkuat pembeli Greenback.

Catatan utama

GBP/USD Goda Penjual di Sekitar 1,2250 Jelang Inflasi Inggris dan Kesaksian Ketua The Fed Powell

Tentang IHK Inggris

Indeks Harga Konsumen yang dirilis oleh Kantor Statistik Nasional adalah ukuran pergerakan harga dengan perbandingan antara harga eceran sekeranjang barang dan jasa yang representatif. Daya beli GBP terseret turun oleh inflasi. IHK adalah indikator kunci untuk mengukur inflasi dan perubahan tren pembelian. Umumnya, angka yang tinggi dipandang positif (atau bullish) untuk GBP, sementara angka yang rendah dipandang negatif (atau Bearish).

Analisis Harga USD/JPY: Tampaknya Akan Menyentuh Level Tertinggi Baru 24 Tahun Di Atas 136,00

USD/JPY tak mengkonfirmasi pola grafik bearish mingguan rising wedge karena memantul kembali dari garis support pola untuk mendapatkan kembali momentu
Leia mais Previous

Kontrak Berjangka Emas: Berpeluang untuk Penurunan Ekstra

Data awal CME Group untuk pasar emas berjangka mencatat open interest naik untuk 3 sesi berturut-turut pada hari Selasa, kali ini sekitar 2,6 ribu kon
Leia mais Next