Indeks Dolar AS Mundur dari Tertinggi Multi-Tahun Karena Optimisme yang Hati-Hati Jelang Penjualan Ritel AS

  • Indeks Dolar AS turun dari level tertinggi sejak September 2002.
  • Pelonggaran inversi kurva imbal hasil, pidato The Fed yang beragam, dan data AS memungkinkan para pembeli untuk mengambil nafas.
  • Penjualan Ritel AS akan menjadi penting di tengah masalah inflasi.
  • Sejumlah komentar para pengambil kebijakan The Fed harus diawasi dengan cermat saat mereka menuju periode pemadaman sebelum FOMC.

Kenaikan Indeks Dolar AS (DXY) mengambil nafas setelah menyegarkan kembali level tertinggi 19 tahun, berusaha keras untuk mendapatkan kembali traksi di sekitar 108,65 selama sesi Asia hari Jumat.

Indeks greenback versus enam mata uang utama menguat ke level tertinggi multi-tahun di tengah kekhawatiran resesi dan kekhawatiran seputar kenaikan suku bunga agresif The Fed. Namun, pidato The Fed dan data AS yang beragam baru-baru ini memicu pullback harga pada hari sebelumnya.

Di antara pembicara utama The Fed yang mencoba menurunkan kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi adalah Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard dan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller. Bullard mengatakan, "Sejauh ini, kami telah membingkai ini sebagian besar sebagai 50 versus 75 pada pertemuan ini." Pada baris yang sama, Waller The Fed menyebutkan bahwa pasar mungkin telah maju dari diri mereka sendiri dengan menetapkan harga kenaikan suku bunga 100 basis poin pada bulan Juli, seperti yang dilansir oleh Reuters. Perlu dicatat bahwa para pembuat kebijakan The Fed menuju ke periode pemadaman mulai akhir pekan ini menjelang Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akhir Juli.

Di tempat lain, Biro Statistik Tenaga Kerja AS menyebutkan bahwa Indeks Harga Produsen (IHP) untuk permintaan akhir di AS naik menjadi 11,3% secara tahunan pada bulan Juni dari 10,9% pada bulan Mei. Angka ini melampaui ekspektasi pasar sebesar 10,7%. Selain itu, ada 244.000 Klaim Tunjangan Pengangguran Awal dalam pekan yang berakhir pada tanggal 9 Juli dibandingkan cetakan minggu sebelumnya sebesar 235.000 dan ekspektasi pasar sebesar 235.000. Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan adalah yang tertinggi dalam lima bulan.

Perlu dicatat bahwa perbedaan yang mereda antara imbal hasil obligasi 2-tahun dan 10-tahun pemerintah AS juga menguji para pembeli DXY pada hari sebelumnya. Dengan itu, imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS berakhir Kamis di sekitar 2,95%, naik sebesar 0,95% di perdagangan harian, sedangkan imbal hasil obligasi 2-tahun turun 0,75% ke 3,12% beru-baru ini. Dengan ini, selisih antara imbal hasil obligasi jangka pendek dan jangka panjang turun ke 17 basis poin (bp) dibandingkan 23 bp inversi pada hari Selasa.

Di tengah permainan ini, indeks acuan Wall Street ditutup bervariasi dan Kontrak Berjangka S&P 500 juga mencetak kenaikan tipis pada saat berita ini ditulis.

Selanjutnya, Penjualan Ritel AS, diperkirakan 0,8% MoM di bulan Juni dari -0,3% yang dicatat pada bulan Mei, akan menjadi penting untuk diperhatikan seraya tetap memperhatikan pembicara The Fed untuk dorongan baru.

Analisis Teknikal

Saluran bullish berusia dua minggu membatasi pergerakan DXY dalam jangka pendek antara 108,30 dan 109,80.

 

IMP Bisnis SB Selandia Baru Juni Keluar Sebesar 49.7 Di Bawah Perkiraan 52.7

IMP Bisnis SB Selandia Baru Juni Keluar Sebesar 49.7 Di Bawah Perkiraan 52.7
مزید پڑھیں Previous

WTI Tertekan dalam Sentimen Risk-Off di Tokyo

Harga minyak berada di atas air di Asia sekitar 0,15% pada saat penulisan tetapi berada di bawah tekanan dalam awal risk-off ke sesi Tokyo. WTI diperd
مزید پڑھیں Next